You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Archives: September 2007
Imajisme, adalah sebuah aliran puisi yang berkembang di Amerika Serikat dan Inggris antara tahun 1909 sampai 1917. Aliran ini dipimpin oleh penyair Amerika Ezra Pound, dan selanjutnya, oleh Amy Lowell. Penyair-penyair imajis lainnya diantaranya penyair Inggris D.H Lawrence dan Richard Aldington, serta penyair Amerika John Gould Fletcher dan Hilda Doolittle.
Semakin menarik pembahasan tentang Dadaisme ini. Apalagi ditambah dengan pembahasan tentang Surealisme. Diharapkan dapat mencerahkan daya pemikiran kita tentang sastra gelap atau sastra “keras”. Cabaret Voltaire dan Tzara LITERATURSPUR, sejenis jalan-jalan menapaki jejak sastrawan kota Zürich dikelola oleh Martina Kuoni pada hari Sabtu, 31 Maret 2007. Aku bergegas untuk gabung kelompok kecil ini. Apalagi dalam acara itu [...]
Beberapa waktu lalu, di blog ini disuguhkan seluk-beluk tentang Dadaisme. Nah, sekarang penelaahan sastra yang termasuk absurd ini juga mengupas tentang Surealisme. Mari simak terjemahan Sam Haidy dari Encarta kontribusi Claude Cernuschi.
Tulisan mas Sigit kali ini adalah pengalamannya dalam menonton pertunjukkan puisi yang beraliran Dadaisme Puisi-Puisi Beraliran Dadaisme Festival Sastra Luzern Ke 18: 13-14 Desember 2002 Ini adalah yang ketiga kalinya, aku menghadiri festival sastra di kota Luzern-Switzerland. Boleh jadi tradisi festival sastra yang diadakan setiap tahun sekali di bulan Desember ini merupakan sebuah kegiatan sastra yang terbesar di [...]
Polemik antara HH dan TI terus merambat dengan gilanya. Bahkan telah mengusik kehidupan pribadi yang setiap kita pasti setuju bahwa kehidupan pribadi bukan hak orang lain untuk mengetahuinya melainkan hak privasi kita. Namun, sepertinya hal ini tidak berlaku pada polemik yang merupakan buah asam dari pertempuran lain yang menamakan dirinya polemik RUU APP. Sebenarnya polemik ini [...]
Apa Itu Dada? Kata Dada berasal dari sebuah slogan yang ditemukan secara kebetulan dari goncangan air di sebuah gelas. Ketika air itu diminum dengan paksa akhirnya menimbulkan rentetan kaos atas kaos yang lain. Selanjutnya para seniman eksil yang terdiri atas Tristan Tzara dari Rumania, dua penyair Jerman, Richard Hülsenbeck dan Hugo Ball, serta pematung dan penyair [...]
Ini ada berita dari Jambi. Komunitas sastra disana akan mengadakan pertemuan sastrawan se-Indonesia. Komunitas sastra Jambi bekerja sama dengan Pemda dan Disbudpar Provinsi Jambi bermaksud menggelar semacam Forum Sastrawan Indonesia di Jambi pada awal Juli 2008. Forum Temu Sastrawan Indonesia 2008 di Jambi dimaksudkan untuk mencari titik temu dan menyatukan semua sastrawan Indonesia dari berbagai [...]
Esai ini saya ambil dari blognya bang Hasan Aspahani. Ya tentang penyairlah. Saya pikir, esai ini bagus. Yuuk, kita simak. Ada surat pembaca di majalah Gong No. 93 Agustus 2007. Surat itu saya kira cukup mengharukan. Si pengirim Dadang Ari Murtono dari Komunitas Sastra Pondok Kopi, Mojokerto. Surat pembaca itu begini, kita kutip seutuhnya: Sebagai seorang penyair muda [...]
Jika Natal adalah hari yang dinanti oleh umat Yesus, maka Ramadhan adalah bulan yang dirindu oleh umat Islam. Seperti janji Tuhan lewat Rasulnya Muhammad dalam Ramadhan terdapat berlipat-lipat kebaikan. Di Ramadhan ini, kita dapat melihat siapa-siapa saja yang benar-benar cinta sama Tuhannya.
Sudah kenalkah dengan penyair? Ya, mungkin ada diantara anda yang punya kawan seorang penyair. Tentu, sang penyair tersebut punya cara hidupnya sendiri. Walaupun ada yang berusaha agar cara hidupnya itu tidak terlalu tercium oleh khalayak ramai. Begitu pandainya penyair menjadi mimikri sehingga orang tidak akan pernah tahu apa yang dipikirkan oleh penyair.
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.