You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Sajak Cemas: Chairan Hafzan Yurma

Sajak Cemas: Chairan Hafzan Yurma

sayyid — September 8, 2007 / 6:32 pm

Ini ada sejumlah sajak yang dipintakan kepada saya untuk dimuat di Blog Lentera Susastra ini. Simaklah.

KAUKAH YANG BERSERAH PADA SENDIRI?

fasih suara bayi-bayi menggertakku ngilu putus ranji-ranji telah ditangisi di malam yang erami cahaya bintang

adakah sejarah bertanya? memburu lipatan tak terhingga biar sekalian tabiat makin kubenam ke kelebat malam asal lidahku kembali bersuara

tenanglah hanya nyanyi tunak berbeda nada menerka kemana sublimnya makna

2006

RASA SEPANDANG JARAK -seperti cinta sedang bermula

satu lagi legit lapis terkulum mesum entah pada bagian yang mana meletupkan sejumlah birahi semalam panjang asmara nusuk sedalam detak riang dada

berhenti saja berkata-kata

aku bisa baca tapi dengan apa nama rasanya kusamakan seperti seuntai lingkaran bunga menyulut hangat sambut tetamu datang meniti jumawa jarak pandang kita

seperti apa?

2007

PELAYARAN MERAH

alkisah ; gugur bergerak berlayar di atas darah panjang gelombang hidupku

2007

SAJAK CEMAS

kembalilah engkau putra laut tenang sesudah gelombang beriak resah di lidahmu selagi sisa-sisa musim cerah belum menghilang dan resah dunia menyebut lelah bagi cemas diri

penghujung terang tetap setia menggandeng petang membenihkan rindu terlalu lama tapi kau jangan enggan merasa setiap perpisahan tiba berlarian sepanjang pandang menerka arah kembaramu

sesekali awan hanya mengabarkan tentang sampan yang dirundung sepi berbaris tenang, bergerak lengang kemudian hilang dan ia bimbang

2007

JALAN LAKNAT

yang menumbuhkan nafasku di hari rabu membentur lendir-lendir menumbuhi dinding selanjutnya malu-malu sebatang kara suatu kehidupan

kapan kau masuki debu rumahku? berbagi isyarat saat waktu dukung bicara hingga hijau lumut tepi bibirmu bikin nyasar musim berkawin dan pelaminan menepi persandingan ke telaga almanak bagi riak yang mengacai warna kedua

jaga suara, ia berdiam tertahan sendiri

2007

KE DALAM BAYANG-BAYANG

kasih, kertas semrawut tembok kota dicorat-coret kuda sembrani pelacurku

putri nirmala kini, mana aroma birahi itu?

aku telah dulu mengawali sepi sehina mozart tercampak ke lubang yang sama lalu kapur suci mengekalkan nama terkubur sementara sampai tiba tamu berikutnya

adalah hujan november depan gereja, seorang berambut keriting mendapati pusaran angin pesta asmaragama memagut sebut “whisky”, menambat beban di tiang bendera tekurkan ingatan yang terbang layang-layang

2007

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. condra

    baa kaba zan? alah jadi sastrawan besarkah kini? mudah2n dak lupo jo awak:condra, yang belum sempat jadi sastrawan he..he..he

    October 8th, 2007 at 6:36 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ee lu — bego lu
  • aldit — iya penjelasan ini di butuhkan kalau bisa penjelasan nya harus lengkap
  • Memahami puisi — Artikel pendidikan yang sangat menarik ,,,,,
  • chocovanilla — Saya juga sedang membaca karya PAT tetralogi Buru, saat ini dah buku ketiga "Jejak Langkah". Cuma masih bingung arti kata ...
  • anabalqis — Salam. Saya mencari sahabat saya dari jakarta, saudara akidah gaizillah. Adakah saudara mengenal atau tau alamat emailnya? Akidah seorang penulis ...
  • ibnu junjunan — tolong kasi tau duwnk 3 arti satra menurut para ahli
  • cintya — ada lomba lg g ,,klo ada tlg d kabarin ke email q y di>>>cintya.annisa@yahoo.com....trim's
  • Liana — Beli dvd Rosemary's baby di mana ya?
  • Liana — Beli novel Rosemary's baby di mana ya?
  • isawati — Sosok Wiji Thukul memang unik, nyentrik dan menarik. Jarang seorang penyair yang puisinya begitu terkenal melebihi dirinya sendiri. Jika kita ...