You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Sajak Cemas: Chairan Hafzan Yurma
Ini ada sejumlah sajak yang dipintakan kepada saya untuk dimuat di Blog Lentera Susastra ini. Simaklah.
KAUKAH YANG BERSERAH PADA SENDIRI?
fasih suara bayi-bayi menggertakku ngilu putus ranji-ranji telah ditangisi di malam yang erami cahaya bintang
adakah sejarah bertanya? memburu lipatan tak terhingga biar sekalian tabiat makin kubenam ke kelebat malam asal lidahku kembali bersuara
tenanglah hanya nyanyi tunak berbeda nada menerka kemana sublimnya makna
2006
RASA SEPANDANG JARAK -seperti cinta sedang bermula
satu lagi legit lapis terkulum mesum entah pada bagian yang mana meletupkan sejumlah birahi semalam panjang asmara nusuk sedalam detak riang dada
berhenti saja berkata-kata
aku bisa baca tapi dengan apa nama rasanya kusamakan seperti seuntai lingkaran bunga menyulut hangat sambut tetamu datang meniti jumawa jarak pandang kita
seperti apa?
2007
PELAYARAN MERAH
alkisah ; gugur bergerak berlayar di atas darah panjang gelombang hidupku
2007
SAJAK CEMAS
kembalilah engkau putra laut tenang sesudah gelombang beriak resah di lidahmu selagi sisa-sisa musim cerah belum menghilang dan resah dunia menyebut lelah bagi cemas diri
penghujung terang tetap setia menggandeng petang membenihkan rindu terlalu lama tapi kau jangan enggan merasa setiap perpisahan tiba berlarian sepanjang pandang menerka arah kembaramu
sesekali awan hanya mengabarkan tentang sampan yang dirundung sepi berbaris tenang, bergerak lengang kemudian hilang dan ia bimbang
2007
JALAN LAKNAT
yang menumbuhkan nafasku di hari rabu membentur lendir-lendir menumbuhi dinding selanjutnya malu-malu sebatang kara suatu kehidupan
kapan kau masuki debu rumahku? berbagi isyarat saat waktu dukung bicara hingga hijau lumut tepi bibirmu bikin nyasar musim berkawin dan pelaminan menepi persandingan ke telaga almanak bagi riak yang mengacai warna kedua
jaga suara, ia berdiam tertahan sendiri
2007
KE DALAM BAYANG-BAYANG
kasih, kertas semrawut tembok kota dicorat-coret kuda sembrani pelacurku
putri nirmala kini, mana aroma birahi itu?
aku telah dulu mengawali sepi sehina mozart tercampak ke lubang yang sama lalu kapur suci mengekalkan nama terkubur sementara sampai tiba tamu berikutnya
adalah hujan november depan gereja, seorang berambut keriting mendapati pusaran angin pesta asmaragama memagut sebut “whisky”, menambat beban di tiang bendera tekurkan ingatan yang terbang layang-layang
2007
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
condra
baa kaba zan? alah jadi sastrawan besarkah kini? mudah2n dak lupo jo awak:condra, yang belum sempat jadi sastrawan he..he..he
October 8th, 2007 at 6:36 pm