You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Ramadhan Ini…
Jika Natal adalah hari yang dinanti oleh umat Yesus, maka Ramadhan adalah bulan yang dirindu oleh umat Islam. Seperti janji Tuhan lewat Rasulnya Muhammad dalam Ramadhan terdapat berlipat-lipat kebaikan. Di Ramadhan ini, kita dapat melihat siapa-siapa saja yang benar-benar cinta sama Tuhannya.
Tetapi, Ramadhan kali ini diwarnai oleh sedikit himbauan keras dari Tuhan. Pesisir Barat Sumatera kena damprat. Mungkin kemaksiatan disini telah berpulun-pulun seperti ombak yang takkan pernah habis menyetubuhi pantai. Gempa demi gempa harus dilewati oleh manusia-manusia yang hidup disini.
Sepertinya Tuhan ingin melihat seberapa besar keimanan orang-orang yang mengaku beriman kepada-Nya. Dan ternyata tidak salah Tuhan menimpakan gempa di tanah pesisir Barat Sumatera ini. Ya, kemaksiatan jalan terus dengan mulus. Padahal, aparat telah berbusa ludahnya menghimbau dan memberikan penyuluhan agar masyarakat dekat dengan Tuhan.
“Tuhan hanya ada di Mesjid.” Saya sebagai oknum yang juga kena damprat oleh Tuhan hanya bisa mengelus-ngelus dada. Saya sendiri sebenarnya malu. Padang yang termasuk daerah rantau Minangkabau akrab dengan falsafah adatnya “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Tetapi, falsafah itu telah raib, telah mengirap mungkin dibawa abu Istana Baso Pagaruyung yang terbakar beberapa bulan silam.
Apakah hal ini mutlak kesalahan masyarakat? Memang, masyarakat (termasuk saya) adalah pelaku dari kesalahan itu. Tetapi, andil perangkat adat serta pemerintah tentu mendapat porsi yang lebih banyak. Para Ninik Mamak yang bukan rahasia lagi menjuali tanah-tanah ulayat, tanah-tanah kemenakannya sendiri. Pemerintah yang disatu sisi berwajah “baby face” namun di sisi lain menghujamkan tiraninya kepada relung hati tiap-tiap masyarakat.
Peran Sastra Di Minang? Sastra adalah media pengkatarsisan diri. Begitulah yang saya ketahui. Namun di Minang hal itu tak pernah terjadi. Perkembangan sastra di Minang sangat tersendat. Dapat dilihat pada kolom-kolom sastra setiap Minggu di koran-koran lokal. Isinya hanya sekedar “sampah” intelektual. Misalkan saja, dimana polemik tentang SMS-nya Taufik Ismail sedang santer, Minang seperti menulikan telinganya. Tak ada seorang pun yang menulis tentang hal itu. Tapi tunggu dulu, tidak saja para penulisnya yang bermental “orang-orang kalah” (saya mengambil istilah Leon Agusta ketika ia memberikan kuliah umum di Fakultas Sastra Universitas Andalas pada 11 September 2007 lalu), tetapi redakturnya pun berjiwa “militeristik” alias otoriter.
Akibatnya, media lokal kota Padang tak lebih dari media tak berbobot. Hal ini pernah diutarakan pula oleh Mak Nai (Nasrul Azwar). Berita penting menurut mereka (media lokal kota Padang) adalah berita yang bersangkut paut dengan kegiatan aparatur pemerintah. Bupati, Walikota dan Gubernur seperti punya media entertainment-nya. Akibatnya, jiwa kreativitas pun digadaikan. Apakah ini bagian dari jiwa-jiwa kolonial?
Ah, Ramadhan kau datang disaat yang tepat. Disaat manusia haus akan kasih sayang Tuhan. Ramadhan, kau adalah bulan emas dimana Tuhan memberikan limpahan rahmat-Nya kepada para manusia yang bersungguh-sungguh. Oh Ramadhan, kurindui Kau.
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Di Bulan Ramadhan walaupun dalam keadaan negeri yang sedang mengalami porak-poranda nilai-nilai estetika, baik itu segi keagamaan, maupun budaya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 5 komentar untuk artikel ini.
Fahmi bin Datuk Minir
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH RAMADHAN
walaupun dalam keadaan negeri yang sedang mengalami porak-poranda nilai-nilai estetika, baik itu segi keagamaan maupun budaya.
Terimaksih atas tulisan-tulisannya yang baik dan bermanfaat untuk dapat dikembangkan dan diamalkan sesuai dengan ketentuan Alloh SWT dan Contoh Rosululloh SAW.
Semoga Alloh SWT mengizinkan dan meridhoi kita untuk memasuki dan beribadah dengan sempurna selama (full) bulan Ramadhan, sehingga dapat meraih fadhillah2/keutamaan2 yang sangat banyak dan berlipat ganda yang hanya terjadi di bulan Ramadhan yang sangat pehuh hikmah, rahmat, barokah, dan magfirah Alloh SWT. Aamien… Aamien… Aamien…!
Bagi Alloh SWT tidak ada yang mustahil; siapa tahu ibadah Ramadhan kali ini merupakan kesempatan yang terakhir kalinya untuk kita.
Hati-hati dan waspadalah selalu, karena hampir selalu - selama bulan Ramadan banyak bertebaran kisah-kisah dan hadits-hadits lemah/palsu yang bertebaran di Mass media elektronik dan cetak serta dalam khotbah2/ ceramah2/ tausiah2/ pengajian2, sinetron2, dan buanyak lagi. Jangan sampai ibadah kita tertolak oleh Alloh SWT karena pengamalannya tidak sesuai dengan ketentuan Alloh SWT dan Contoh Rosululloh SAW. Naudzubillahimindzaliq.
September 24th, 2007 at 6:40 pm
sayyid
Terima kasih kembali buat mas Fahmi bin Datuk Minir
September 26th, 2007 at 1:25 pm
Bulletin News
Interesting view talking about ! Always enjoy your write ups.
December 24th, 2007 at 10:35 pm
polyisa
” Ka wan -ka wan ku o rang PO LI TE IS ME Kris ten Ye sus BUKAN Mo no te is me A bra ham LA GI , A DA Be ri ta BA GUS un tuk ka mu di SE LU RUH Du ni a, Bah wa A DA o rang TO LOL YANG ME NGA KU se ba gai YE SUS ME SSI AS IS RA EL A nak A llah Tuhan & Ra ja ki ta SE MU A. O rang i tu A da lah o rang yang TO LOL SE KA LI se per ti na bi PAL SU Mo no te is me MU HA MMAD yang ME NI PU ki ta SE MU A se ba gai me ssi as & na bi. ME RE KA ber Du A A kan di HU KUM o leh Tu han ki ta SE MU A Tuhan Ye sus Kris tus Ra ja Sor ga Ber sa ma Tuhan A ngin su ci & Ra ja De wa. Tuhan TRI U NI TAS yang Ku dus Tuhan Kristen. Bacalah BERITA BA GUS I NI Su pa ya KE TA HU AN Si a pa YANG PAL SU & yang As li.” Ini DI BA WAH Adalah A la mat nya di Jawaban.com JUGA. SI LAH KAN di klik : http://www.jawaban.com/news/news/detail.php?id_news=070731144711
January 2nd, 2008 at 12:51 am
Sayyid
Tak ada yang lebih indah dan lebih religius selain tidak mempertentangkan apapun mengenai agama di sini. Benar atau tidak, masuk surga atau neraka sekalipun cukuplah Tuhan kita masing2 saja yang menentukan. Tak usah bercape2 buang2 keringat bahkan darah, hanya gara2 persoalan agama…….
January 2nd, 2008 at 10:33 pm