You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Selamat!

Selamat!

sayyid — October 17, 2007 / 6:59 pm

Selamat… Selamat… Selamat…

Ah, walaupun telah beberapa hari berlalu namun sampai saat ini masih terasa hentakan takbir melumat-lumat hati. Oh, ternyata, waktu memang terlalu cepat bergulir. Apakah masih bisa kita reguk nikmatnya malam Ramadhan tahun esok? hmm, begitu dinanya manusia. Kenapa kepergian Ramadhan harus dirayakan dengan semeriah-meriahnya? Kenapa Ramadhan tidak diperlakukan layaknya orang mati yang ditangisi dan disedihi? Oh betapa anehnya manusia.

Tetapi, selamat… selamat… selamat…

Bagi yang puasanya tidak bolong, bagi yang masih bisa jaga hati, atau bagi yang tidak berpuasa sekalipun saya ucapkan selamat. Selamat untuk dirimu masing-masing. Selamat untuk kehidupanmu masing-masing. Juga, selamat kembali berenang dalam kejumudan, dan bagi yang telah benar-benar jatuh cinta pada Tuhan selamat untuk kembali bekerja demi keridhoan-Nya. SELAMAT!

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ee lu — bego lu
  • aldit — iya penjelasan ini di butuhkan kalau bisa penjelasan nya harus lengkap
  • Memahami puisi — Artikel pendidikan yang sangat menarik ,,,,,
  • chocovanilla — Saya juga sedang membaca karya PAT tetralogi Buru, saat ini dah buku ketiga "Jejak Langkah". Cuma masih bingung arti kata ...
  • anabalqis — Salam. Saya mencari sahabat saya dari jakarta, saudara akidah gaizillah. Adakah saudara mengenal atau tau alamat emailnya? Akidah seorang penulis ...
  • ibnu junjunan — tolong kasi tau duwnk 3 arti satra menurut para ahli
  • cintya — ada lomba lg g ,,klo ada tlg d kabarin ke email q y di>>>cintya.annisa@yahoo.com....trim's
  • Liana — Beli dvd Rosemary's baby di mana ya?
  • Liana — Beli novel Rosemary's baby di mana ya?
  • isawati — Sosok Wiji Thukul memang unik, nyentrik dan menarik. Jarang seorang penyair yang puisinya begitu terkenal melebihi dirinya sendiri. Jika kita ...