You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Sajak Puncak Marapi

Sajak Puncak Marapi

sayyid — November 30, 2007 / 12:22 am

800px-monte_marapi.JPG

Oleh Sayyid Madany Syani

pesanggrahan

mulai jejak pasang ditemani gemericik embun yang turun dan singgah membelai halus pori-pori kulit

“mari, kuantar hingga decak mentari pagi membasuh wajah dengan berseri”

begitu ucap embun yang senyum menitikkan sejuta kesegaran dan dingin

akar

sementara itu, puncak Marapi telah tersenyum halus dalam gelap yang bercucuran

dedaun hijau tersibak ke tepi jejurang pun semakin menemani langkah dingin mencerabuti hawa panas dari badan

digantikan kabut tebal yang menutupi bulan sepenuh kepal namun langkah belum akan mati

“hanya sejenak istirah” lalu bergegas kembali, mengejar senyum fajar di titik tertinggi

lumut

oh, semakin berlarian waktu meninggalkan jejak hijau dedaun digantian tumbuhan paku yang penuh di sesisian jalan setapak

tanah coklat berganti dengan kelicinan lumut sesekali hampir terperosok ke dalam jurang namun, nasib baik masih berpihak

masih dalam gelap cucuran keringat yang berubah seketika menjadi es membekukan badan hingga pori-pori jaket

“ah, bisakah beristirahat sebentar!”

pada waktu ini, harus bijak mengambil keputusan istirahat, atau terus berjalan supaya dapat mengejar senyum fajar yang sebentar lagi merekah

cadas

hawa dingin semakin menggigit puncak Singgalang sudah disiram cahaya kekuning-kuningan juga puncak Tandikek, mencerai-beraikan kabut yang bersatu membentuk benteng

tambah ke atas dedaun hijau semakin sedikit digantikan bebatuan terjal yang tajam menusuk mata

kemah didirikan di atas tanah miring “harus cepat, sebelum senyum fajar habis!” dan berkejaranlah menuju titik tertinggi garis kawah, puncak Merpati, lapangan pasir vulkanis

“ah, indahnya senyum fajar di pagi ini” udara segar bercampur dingin dan belerang membelai hidung, tenggorokan dan paru-paru

edelwis

belum tuntas perjalanan dari tugu Abel, masih berniat memetik bunga abadi edelwis, dengan sejuta pesona menyiratkan sejuta kemenangan

belerang masih muntah dari mulut kawah terus berjalan beriringan menuju taman abadi

“petik, petik dan terus petik”

kesunyian pula yang memadamkan niatku untuk memetik edelwis “jika kupetik, siapa lagi yang akan menemani puncak ini” kekosongan yang lain

sampai turun, aku masih merindukan suasana yang tenang itu suasana di puncak sana tempat aku melihat fajar kembali tersenyum saat berada di Barat

ditulis sehari setelah perjalanan menaklukkan puncak Marapi.

26 November 2007

Langit Merah Fanta

;lukisan hari pertama

november, hujan bersemi indah ringis menitik dalam-dalam menyerbu ke balik ruang kamar pengap

november, decak riang katak di taman bermain-berlompatan di hujan rindang mengais serpihan kebahagiaan yang tinggal di ujung daun rumput, basah

;lukisan hari kedua

preman dan aku duduk di beranda sore menikmati kicauan senja yang bertempuran di langit barat

dedaun bergemeretak bersama ranting dan suara cuit kelelawar yang terbang di atas bunga kamboja

langit oranye terbunuh berdarahdarah mencipta senja jadi merah semerah fanta yang kureguk dalam keramaian maghrib yang menyuram

Kampus-Pasar Baru, November 2007

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. morishige

    kotobaru→pesanggrahan→hutan pakis→cadas→puncak garuda…
    Marapi sungguh indah.. saya baru dua kali sampai ke puncaknya..
    :lol:

    December 18th, 2007 at 5:14 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ee lu — bego lu
  • aldit — iya penjelasan ini di butuhkan kalau bisa penjelasan nya harus lengkap
  • Memahami puisi — Artikel pendidikan yang sangat menarik ,,,,,
  • chocovanilla — Saya juga sedang membaca karya PAT tetralogi Buru, saat ini dah buku ketiga "Jejak Langkah". Cuma masih bingung arti kata ...
  • anabalqis — Salam. Saya mencari sahabat saya dari jakarta, saudara akidah gaizillah. Adakah saudara mengenal atau tau alamat emailnya? Akidah seorang penulis ...
  • ibnu junjunan — tolong kasi tau duwnk 3 arti satra menurut para ahli
  • cintya — ada lomba lg g ,,klo ada tlg d kabarin ke email q y di>>>cintya.annisa@yahoo.com....trim's
  • Liana — Beli dvd Rosemary's baby di mana ya?
  • Liana — Beli novel Rosemary's baby di mana ya?
  • isawati — Sosok Wiji Thukul memang unik, nyentrik dan menarik. Jarang seorang penyair yang puisinya begitu terkenal melebihi dirinya sendiri. Jika kita ...