You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Saman Berjaya Di Eropa
Ayu Utami, tokoh sastrawangi yang sering disorot karena karya fenomenalnya “Saman”. Biarpun di negerinya sendiri ditohok, dimaki, dituduh sebagai pembuka keran sastra kelamin namun ia berjaya di Eropa sana.
Ya, “Saman” itu, ia sukses menaklukkan pembaca di Belanda, Inggris, Jerman, Prancis dan terakhir di Ceko. Mungkin Ayu Utami sekarang sedang tertawa pulas melihat karya yang dituduh sebagai karya kacangan dan sampah melimpah ruah dan meraih sukses di luar tanah kelahirannya.
Ayu Utami sebagai “Bunda” yang melahirkan “Saman” patut bangga karena belum ada karya dari lawan-lawan sastranya yang juga berhasil menundukkan bumi Eropa. Hal ini seharusnya jadi bahan perenungan bagi setiap orang yang menyebut dirinya sastrawan bahwa karya fenomenal tidak tercipta hanya dengan omong semata, tetapi dibuat, ditulis, “dipersenggamakan”. Mungkinkah para “lawan” Ayu juga bisa menembus pasar Eropa?
Kita lihat saja perkembangannya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 6 komentar untuk artikel ini.
bodrox
“tertawa pulas”, ter tawa puas maksudnya?
kok bisa ya, “saman” itu laku di eropa? emang kekuatan novel itu apa, maksudnya bagi orang Eropa..
January 15th, 2008 at 3:41 pm
Sayyid
Makasih atas koreksinya. Yang benar tertawa puas. Saya pun tak tau kenapa novel Saman begitu dminati. Mungkin disana, isu yang diantarkan oleh Saman sudah jadi barang yang lumrah.
Salam
January 16th, 2008 at 12:15 am
fauz
SAMAN besar tidak lebih dari proyek isuisme. padahal karyanya tidak bisa memberi pencerahan. ini fakta bahwa banyak kawan2 saya “mengadu” bahwa novel ini njlimet gak karuan dan kosong..
February 16th, 2008 at 1:53 am
Sayyid
Bisa jadi mas Fauz. Tetapi, hal itu adalah relatif. Bagus meurut kita, belum tentu bagus menurut orang lain kan?
February 16th, 2008 at 3:07 pm
isyana siregar
buat saya saman itu genre baru dari sastra indonesia.
agak2 lebih berani dan berbau pop…
tema yang diangkat natural..
dan pembaharu angkatan ‘penulis cantik’…
ehm…maaf mbak ayu dan pada pendukung, saya sukup menyukai novel kontroversi ini kok, walau tidak termasuk dalam my handpicked collection..
August 22nd, 2008 at 5:46 pm
Kota Ngawi
Pertama kali saya membaca saman, rasanya kaget ada sastra Indonesia bergaya frontal begini. Padahal di Eropa sudah jamak juga kan karya2 yg bahkan lebih vulgar? Heran kali melihat Indonesia mempunyai sastra seperti ini :-)
August 23rd, 2008 at 10:54 pm