You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Sajak-Sajak Afri Meldam
HUJAN DI LADANG –bapak, emak
hujan di ladang, titik deras ke daun-daun bergetar jatuh ke batang-batang kau terus tertatih mengunyah resah dan gundah yang tak henti datang meminang “ah, pinang tak berbuah, mak” pelepah ranggas luruh dipeluk semak onak sajak juga salak “tak usah ke ladang” katamu tuntaskan sebuah pagi dalam kabut yang senyap nun, di ladang hujan turun deras harum bunga kopi dan pohon karet yang mulai berdaun
padang, 2007
SUNGAI
mari nitik, luapkan sungai yang gurun, rindukan rinai alir ke muara, nuju samudra palung laut, kedalaman cinta
sungai masai, kau sansai!
Afri Meldam mahasiswa Sastra Inggris Fakultas Sastra Unand. bergiat di Komunitas Hujan. Kampung halaman di Sumpur Kudus menjadi hal yang terindu baginya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.