Memasuki tahun 2008 ini, genap 55 tahun Taufik Ismail berkiprah dalam Sastra Indonesia. Sekaitan dengan itu, Majalah Sastra Horison menggelar Lomba Karya Tulis Mahasiswa Tingkat Nasional tentang Taufik Ismail dalam Sastra dan Kebudayaan Indonesia, dengan ketentuannya sebagai berikut:
Ketentuan Umum
- Peserta adalah mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia, termasuk S-2 dan S-3.
- Identitas peserta sebagai mahasiswa harus dibuktikan dengan menyertakan fotokopi Kartu Mahasiswa yang ditandatangani Dekan atau Perguruan Tinggi mahasiswa yang bersangkutan.
- Peserta boleh mengirim lebih dari satu karya tulis.
- Naskah yang dikirim untuk lomba karya tulis belum pernah dipublikasikan secara utuh maupun sebagian dalam bentuk apapun.
- Naskah lomba ditulis dalam bentuk esai dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan merupakan karya asli.
- Panjang tulisan minimal 10 halaman kuarto atau A4 dan maksimal 15 halaman (20.000-30.000 karakter) dengan huruf standar (Times New Roman 12), 1,5 spasi.
- Naskah lomba dikirim ke panitia sebanyak 4 copy, selambat-lambatnya 30 Maret 2008 (cap pos).
- Di sebelah kiri amplop cantumkan kode Lomba Karya Tulis Mahasiswa Tingkat Nasional tentang Taufik Ismail.
- Naskah lomba dialamatkan kepada:
Panitia Lomba Karya Tulis Mahasiswa Tingkat Nasional tentang Taufik Ismail dalam Sastra dan Kebudayaan Indonesia.
Jl. Galur Sari II No. 54, Utan Kayu Selatan, Jakarta 13120.
- Pemenang akan diumumkan tanggal 17 Mei 2008.
- Hak cipta naskah lomba ada di penulisnya.
- Pemenang pertama akan diundang sebagai pembicara dalam seminar di Jakarta.
- Panitia akan melakukan gugatan kepada peserta, jika diketahui peserta melakukan plagiat atau melakukan pelanggaran sebagaimana tercantum dalam ketentuan umum.
- Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat-menyurat.
Ketentuan Khusus
- Lomba ini ditulis dalam format esai dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
- Peserta boleh menulis kajian kritis tentang (a) Salah satu buku karya-karya Taufik Ismail baik fiksi maupun non fiksi, (b) Keseluruhan karya Taufik Ismail, (c) Posisi Taufik Ismail dalam perjalanan Sastra Indonesia, (d) Kiprah Taufik Ismail dalam pembangunan kebudayaan Indonesia.
- Peserta bebas membuat judul karya tulisnya asalkan tidak keluar dari aturan khusus no. 2.
- Pencatuman identitas (nama, tempat dan tanggal lahir, agama, program studi/perguruan tinggi, alamat, nomor telepon/hp/email) pada lembaran terpisah.
Para pemenang lomba akan memperoleh piagam, buku dan hadiah uang:
- Juara I: Rp. 10.000.000
- Juara II: Rp. 6.000.000
- Juara III: Rp. 4.000.000
- Juara Harapan I: Rp. 3.000.000
- Juara Harapan II: Rp. 2.000.000
(Sumber tulisan dari Padang Ekspres 27 Januari 2008; digubah seperlunya)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Ikuti diskusi Ada 22 komentar untuk artikel ini.
Info Lomba :: Lomba Menulis Tentang Taufik Ismail untuk Mahasiswa :: February :: 2008
[…] (Sumber tulisan dari MyWritingsBlog) […]
February 5th, 2008 at 12:24 am
HISYAM
terimakasih atas informasinya
February 6th, 2008 at 2:12 am
aLLevia
boleh kritik sastra juga yiia?
February 10th, 2008 at 3:42 pm
sayyid
Yup… Boleh Allevia.
February 14th, 2008 at 7:39 pm
lina
formatarya tulis yang akan di perlombakan
February 15th, 2008 at 12:06 pm
Rizki
salam budaya
saya senang sekali ketika melihat pengumuman akan diadakannya karya tulis ini di mading jurusan saya
saya sangat tertarik untuk berpartisipasi di dalamnya
yang saya mau tanyakan adalah apakah peserta lomba diperbolehkan melengkapi esainya dengan informasi atau tulisan yang diperolehnya dari internet atau buku2 yang berkaitan dengan Taufik Ismail?
terimakasih
February 16th, 2008 at 1:01 am
Sayyid
Ah, sdr. Rizki ini ada2 saja. Ya tentu bolehlah. Kan itu sumber informasi untuk tulisan. Cantumkan saja.
February 16th, 2008 at 3:06 pm
ulis
assalamualaikum
saya ingin bertanya.
lomba ini untuk semua perguruan tinggi di Indonesia?
terimakasih
wassalamualaikum wr.wb
February 19th, 2008 at 10:59 pm
Sayyid
Ya Ulis… Untuk seluruh Indonesia.
Wassalam
February 19th, 2008 at 11:56 pm
shofi
asw..
daftar pustakanya dibatasin ya?
February 23rd, 2008 at 1:28 am
sHeiLa
jadi tentang perjalanan taufik ismail di seputar sastra ya????apa dalam bentuk biografi???
February 23rd, 2008 at 10:44 pm
Ai Boy
Taufik Ismail, tunggu aku!
February 24th, 2008 at 4:43 pm
nitis
piye yooooo
February 26th, 2008 at 11:05 pm
rey
ass..
ditulis ttg biografinya boleh ta?
ato mengkritisi karya2nya Taufik Ismail??
trim’s…
February 27th, 2008 at 3:12 pm
adem
saya berminat tetapi apa bisa nulis kalo sebelum2nya kurang memperhatikan karya taufik ismail?
trus gimana ya…
February 28th, 2008 at 6:23 pm
Irham Baskoro
Saya dah hampir ngirim, kalo menang saya dikabari ya??
March 3rd, 2008 at 5:50 pm
Sayyid
Ok Irham…
March 3rd, 2008 at 8:28 pm
kemas
sekarang saya mahasiswa di universitas kehidupan….boleh nggak ikutan ???
dekannya masyarat gimana dong tanda tangannya ? Hehehe
March 13th, 2008 at 9:37 pm
rahmi
kapan pengumuman pemenangnya?seharusnyakan hari ne?emang daftar pemenangnya bisa di liat dimana?yang nggak menang gak dapat apa2 ya?sejenis sertifikat atau apa gitu? thanks….
May 17th, 2008 at 10:32 pm
Vita
kapan pengumunannya? KO tanggal segini belum ada ya??Aku bisa lihat pengumuman pemenang lomba taufiq ismail di mana? thanx b4
May 19th, 2008 at 5:06 pm
dokter_kencan@yahoo.co.id
wah sayang aku ga anak sekolah……..
coba kalau dibuka untuk umu
aku boleh ga ya ikutan…?
nitip aja ya…….
JERIT BUMIKU
Tuhan………..
Apakalah kata sudah tiada makna
Apakah ucap tiada guna
Apakah kami melampui batas norma
Sehingga kericuhan silih berganti
Amarah yang kian membabi
Sungghu lelah jiwa ini
Saksikan mereka saling membenci
Sulitkah keadilan hinggap pada jiwa ini
Butuh pengorbanankah tuk wujudkan ini
Ataukah hanya ada dalam cerita Sang Nabi
Pemimpin yang sejati
Bumiku bergetar
Bumiku menjerit getir
Dengan luka menganga terukir
Jerit-jerit ketidak percayaan terdengar
Antara kami yang merasa semua benar
Merasa semua bisa mengajar
Tentang apa yang sedang diajar
Sebagai cambuk, kehidupan yang harus didengar
salam tukmu wahai penulis muda
June 28th, 2008 at 1:19 am
dokter_kencan@yahoo.co.id
TRAGEDI SIANG LALU
Saat jiwa ini diam
Terasa sunyi mencekam
Gulita tiada terang
Bersimpuh dalam malam
Mata terpejam tanpa tujuan
Jauh menatap relung dalam remang
Jasad yang terbungkus topeng
Akankah seindah jalan terang
Luka menganga dalam benak
Mata tajam tatap berserak
Jerit kepedihan jagat berarak
Airmata derita penuh isak
Monasku saksi bisu
Akan apa yang terjadi siang lalu
Pedih merintih dan pilu
Tragedi akan bangsaku
June 28th, 2008 at 1:25 am