You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Archives: February 2008
Februari ini, Sumatra Barat “gempar” dengan dua tokoh tersebut–Hamka dan Tan Malaka. Keduanya, diperhelatkan–walaupun beda situasi oleh orang-orang yang rindu dengan sosok mereka berdua. Pengikut Hamka bergembira merayakan ulang tahun ke-100 sang Ulama Hamka 17 Februari 1908-17 Februari 2008. Diskusi serta seminar mengenai Hamka begitu semarak di seantero Sumatra Barat ini–mungkin juga di Indonesia. Sedangkan [...]
Dalam rangka menyambut International Day Against Homophobia (Hari Internasional Melawan Homophobia) yang jatuh pada tanggal 17 Mei, Institut Pelangi Perempuan/IPP (Indonesian Youth Lesbian Center) mengadakan: “Lomba Menulis Puisi dan Cerpen Isu Lesbian”
JEMBATAN BAMBU kedatangan di atur air dibawa jadi mundur menjulur Dari bawa beralun sendu bayi dan lelaki tahunan Kini tinggal sampah dan kuburan tersisa sampai tiada lagi tarian air tak mengalir kali mengendap pergi tak satu mengerti hanya satu bukan waktu bukan jembatan bambu ………………….? Yogyakarta, 2008 DALAM PUISI MALAM Malam kutemukan rasa pada detak retak waktu disibakan kata-kata Malam dihidangkan pada nyamuk ciumi darah di ruang kelana di musim yang tak kukenal dan semesta orangorang Pada malam jiwa kutemukan biji [...]
Bagaimanapun kondisinya, berita adalah hal terpenting. Berita merupakan cerminan dari realitas sosial masyarakat. Tak terkecuali sastra, ia pun butuh corong untuk menyebarkan sekedar informasi yang berkaitan dengan topik tersebut.
Prolog “Kemana arah kita, kiri atau kanan?” Seorang sahabat pernah menanyakan hal ini. Ketika itu, kami sedang dalam suatu kunjungan ke rumah sahabat lainnya. Gamang berpikir (atau mungkin kelupaan) arah jalan yang benar. Putus asa menunggu akhirnya di teleponlah sahabat itu untuk menjemput kami berdua di persimpangan jalan tersebut yang ternyata tak sampai 500 m lagi [...]
“Tentu saja, sastra itu sebuah kata, bukan sebuah benda” (Robert Scholes dalam Luxemburg dkk, 1992: 1). Mengutip pandangan Robert Scholes di atas, dapat dikatakan bahwa sastra merupakan ruang yang mengedepankan kata-kata (semacam lahan berekspresi) dibandingkan pada kebendaan yang mungkin setiap saat bisa lapuk dan binasa. Kata-kata diyakini akan lebih awet sebab ia berputar pada imajinasi [...]
Selamat bagi 100 puisi dan 20 cerpen yang dikategorikan oleh Pena Kencana sebagai karya terbaik 2008.
DKJ kembali menyelenggarakan sayembara menulis novel. “Hubbu” adalah contoh sukses DKJ. Berikut infonya: Untuk merangsang dan meningkatkan kreativitas pengarang Indonesia dalam penulisan novel, Dewan Kesenian Jakarta kembali menyelenggarakan Sayembara Menulis Novel. Lewat sayembara ini, DKJ berharap akan lahir novel-novel terbaik, baik dari pengarang Indonesia yang sudah punya nama maupun pemula, yang memperlihatkan kebaruan dalam bentuk dan [...]
Beberapa bulan ke depan, (dengar-dengar kabar) Sumatra Barat rencananya akan menjadi tuan rumah dari “Temu Sastra 5 Kota (Padang, Bali, Bandung, Yogyakarta dan Lampung)”–sebelumnya 4 kota minus Lampung. Kabar ini tidak main-main, elemen kesusastraan terkait seperti Taman Budaya, DKSB, dan komunitas-komunitas sastra sudah bergerak demi tercapainya kesempurnaan acara tersebut.
Menjain silaturahmi, tentu sudah harus jadi kewajiban bagi manusia. Namun ketika silaturahmi berubah jadi penggalangan kekuatan untuk suatu tujuan tertentu apa masih bisa dikatakan silaturahmi?
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.