You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: SURAT TERBUKA PENGUNDURAN DIRI FAISAL KAMANDOBAT DARI PENA KENCANA AWARD
Di bawah ini, saya postingkan sebuah surat terbuka yang berkaitan dengan Pena Kencana Award. Surat ini sendiri dikirim oleh Dwicipta dan disebarkan lewat millis-millis Sastra di tanah air. Inti yang disesalkan Faisal Kamandobat juga saya pribadi adalah penentuan karya sastra yang bermutu lewat polling SMS. Entah, apakah Pena Kencana lagi demam kuis-kuisan SMS yang sekarang sering bermunculan di layar kaca. Saya masih percaya bahwa menilai sastra bukan dari banyaknya SMS yang masuk melainkan dari kritik sehat yang mengupas ataupun menganalisa karya sastra tersebut.
Bagi yang ingin menyebarluaskan surat ini ataupun yang ingin bertanya lebih jauh seputar pengunduran diri Faisal Kamandobat, diharapkan menghubungi saudara Dwicipta (081392783001) atau Faisal Kamandobat (081804823841) atau lewat email dwicipta1977@yahoo.com
Kepada Yth. Pena Kencana Di Tempat
Dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada pihak penyelenggara Pena Kencana Award, dan penghargaan kepada dewan juri yang telah memilih puisi saya ke dalam daftar 100 Puisi Terbaik Indonesia 2007, saya menyatakan mundur dari penghargaan Pena Kencana, dengan alasan sebagai berikut:
Demikian surat pengunduran diri ini saya buat, semoga dapat dimengerti oleh pihak Pena Kencana khususya serta masyarakat sastra Indonesia pada umumnya. Adapun honor puisi saya berjudul “Aku Mencintai Kalian” sebesar Rp. 750.000,00 akan saya kembalikan ke alamat Pena Kencana lewat kantor pos.
Hormat saya, Faisal Kamandobat
(Surat ini dikutip dari millis Apresiasi Sastra)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 5 komentar untuk artikel ini.
Nurel Javissyarqi
SAYA SALUT DENGAN GAYA FAISAL. Oya, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Lentera Susastra. Karena telah menolong kebodohan saya dalam cara mengirimkan resensi kemarin. Sehingga blog saya malah tertampilkannya. Oh, saya semakin merasa akrab saja denganmu, seolah kampung halaman saya…. terimakasih.
March 9th, 2008 at 1:24 am
estetik
Very nice page
March 20th, 2008 at 4:12 pm
aghata
yah bagus lah kalo ada yang sadar untuk tidak ngoyo agar karyanya dihargai apalagi dengan cara konyol ‘polling sms’…
karena cara ini sangat merepotkan menurut saya…
karena para penulis (walaupun tidak semua) pasti berlomba-lomba membuat tim sukses, untuk memenangkan diri dalam perlombaan ini. lama-lama penulis jadi makin seperti orang kampanye, untuk membuktikan eksistensi mereka.
dan membodohi orang awam yang bahkan ga tau apa itu puisi untuk memilih karya mereka.
terus terang, saya salut pada Faisal Kamandobat
baik dan indah itu relatif,,, tidak bisa dinilai dengan sekedar 50 juta.
March 24th, 2008 at 5:16 pm
Gani
bagaimanakah nasib idealisme di tengah cakarawala kapitalisme? ada yang tersenyum, ada yang terharu, ada yang menangis, ada yang membelalak. Faisal memilih untuk melawan!
betapa ironi menyandingkan wacana nobel dengan polling sms untuk melahirkan sastra agung indonesia. o cinta o nista o mama
March 29th, 2008 at 6:37 pm
wahyu widiyanto
Dengan kepala tengada dan senyum bangga terhadap kawan yang telah lama sekali tidak berjumpa…terimakasih kawan ternyata kamu masih berpegang teguh pada prinsip ditengah-tengah keserakahan manusia yang tidak tahu arti modern ini..
September 19th, 2008 at 9:46 am