You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Pesta Penyair Nusantara 2008
Sempena The 2nd Kediri Jatim Internasional Poetry Gathering
Ini adalah lanjutan dari Pesta Penyair Indonesia Sempena the 1st Medan International Poetry Gathering pada 25–28 Mei 2007. Dalam acara tersebut selain penyair Indonesia, datang pula penyair dari Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura, dan Thailand.
Diprakarsai oleh Laboratorium Sastra Medan sebagai pengendali acara tentunya menjadi awal gerakan kebudayaan dan kesusastraan yang menancapkan tonggak peta kepenyairan di daerah-daerah, dan berarti sentral kepenyairan terkini tidak hanya terdapat di Jakarta, melainkan sudah merebak ke seluruh penjuru pelosok Nusantara. Dr. Muklis Pa’Eni (Dirjen Nilai Budaya, Seni & Film Depbudpar RI) dalam kata sambutannya mengatakan bahwa:
Keberhasilan penyair dalam memperbaharui dan sekaligus memperbaiki fenomena kehidupan melalui karya-karya puisi (syair-syairnya) adalah teori penyemangatan dan penyiasatan terhadap tantangan kehidupan, … syair-syair yang mampu jatuh ke ruang terdalam perasaan penikmatnya akan berubah menjadi gunung kreatifitas atas badai inspirasi yang dapat di desakkan kemana saja, untuk menerjangi keterjalan perjuangan hidup yang riil.
Kalau kita menengok ke belakang sejenak bahwa mayoritas pegiat sastra di berbagai daerah tersebut memiliki ciri yang sama, yakni lokal, bersifat nirlaba, dan merupakan usaha swadaya masyarakat, artinya kelahirannya dari inisiatif para pengarang sendiri, bukan dari pemerintah atau Dewan Kesenian. Jenis dan tempat kegiatan, teknik penggandaan dan distribusi penerbitan juga relatif berskala kecil dan sederhana.
Kondisi demikian memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat banyak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sastra, serta memungkinkan sastrawan lebih luas berkreasi. Sayangnya, justru karena keberadaan komunitas yang lokal dan sifatnya yang informal, aktifitas sastra tersebut kurang terdokumentasi dan perhatian dari pemerintah. Padahal fenomena ini sangat penting, karena menunjukkan dinamika bersastra secara riil, masih terpeliharanya kegairahan dan kebebasan berekspresi, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat sastra memprakarsai pengembangan sastra melalui pendidikan informal.
Seperti teman-teman penyair di daerah, pada akhir April 2007, Dewan Kesenian Blitar Jawa Timur telah mengadakan “Festival Sastra Buruh”; Laboratorium Sastra Medan menggelar “Pesta Penyair Indonesia” (25–28 Mei 2007); Dewan Kesenian Kota Kediri (DK-3) Jatim menggelar “Festival Seni Kali Brantas” (7–15 Juli 2007); “Ode Kampung Jilid #2 mengadakan “Temu Komunitas Sastra se-Nusantara” pada 20–22 Juli 2007; dan mungkin masih banyak lagi aktivitas yang monumental digelar oleh kawan-kawan seniman, budayawan, dan sastrawan di daerah.
Dalam pada itu sudah merupakan konsekuensi logis bahwa hasil keputusan Musyawarah Penyair Nusantara di Garuda Palace Hotel Medan Sumatera Utara pada 28 Mei 2007 untuk ditindak lanjuti (follow up). Diantara keputusan Musyawarah Penyair di Medan antara lain sebagai berikut:
Untuk itulah maka, Pesta Penyair Nusantara 2008 di Kediri Jatim sebagai jembatan gerakan pemetaan kesusastraan Nusantara mencapai kesempurnaannya.
Penyelenggara acara ini adalah PANITIA ADHOC yang di bentuk oleh forum Musyawarah Penyair Nusantara Sempena The 1st Medan Internasional Poetry Gathering pada 28 Mei 2007 bertempat di Garuda Plaza Hotel Medan Sumut. Sedangkan Panitia Pelaksana adalah Khoirul Anwar delegasi Kediri Jatim membentuk Panitia Lokal kerja bareng bersama Tim Event Organizer (EO) Sanggar Sastra “Ki Ageng Mulang Sara’” Cakarwesi Pesantren Kota Kediri, Forum Komunikasi Pemuda Pelopor (FKPP) Propinsi Jatim dan didukung oleh DK-3 Pemkot Kediri.
Pelaksanaan Pesta Penyair Nusantara 2008 “Sempena The 2nd Kediri Jatim Internasional Poetry Gathering pada tanggal 26 Juni-2 Juli 2008 bertempat di Padepokan Sastra “Ki Ageng Mulang Sara” Kota Kediri, Taman Budaya Sumber Cakarwesi Kota Kediri, Insumo Palace Hotel Kediri dan Gedung STAIN Kediri.
Materi acara meliputi Festival Baca Puisi Nusantara 2008, Seminar & Dialog Sastra & Budaya Nusantara, Pameran Seni Rupa, Puisi dan Potret Penyair, Musyawarah Penyair Nusantara.
Peserta Pesta Penyair Nusantara 2008 “Sempena The 2nd Kediri Jatim Internasional Poetry Gathering adalah:
Catatan:
(Dikutip dari millis Sastra Pembebasan; digubah seperlunya)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.