You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Si Binatang Jalang
Tak ada yang bersedia untuk mati muda. Begitu juga Chairil yang meski harus pahit menelan kematian di usia muda itu. Ia malah bercita-cita untuk hidup seribu tahun lagi, namun ternyata cita-citanya itu tak kesampaian.
Namun entah kenapa, berdasarkan analisa Arif Budiman, Chairil sangat akrab dengan seluk-beluk kematian itu sendiri. Sajak-sajaknya mengindikasikan kematian yang dekat. Meski ada beberapa bertema cinta. Mungkin semenjak neneknya itu meninggal (dalam sajak Nisan) maka Chairil mulai berpikir bahwa kematian itu merupakan sahabat lama yang tak kunjung bersua.
Chairil berdarah Minangkabau. Memang, jiwa sastra amat lekat pada orang-orang berdarah Minangkabau. Sajak “Aku” menurut pendapat beberapa kalangan sangat kental dengan nuansa Minangkabaunya.
AKU
Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Aku (aden; dalam bahasa pergaulan Minang) bercirikan individualitas yang mencekam. Di satu sisi, Chairil kadang terlalu idealistik dalam individualnya itu, namun ia pun paham bahwa individu pun takkan mampu bertahan jika tak ada komunal.
Chairil menurut saya merupakan penyair kesepian. Ia terus mendaur-ulang otaknya, namun saking keseringannya ia mendaur-ulang terkadang ia menemukan semacam pertentangan jiwa-raga, hidup-mati dan akhirnya pun ia seperti meraba-raba dalam gelap.
Tetapi, kegelapan tersebut tak berlangsung lama, sebab sahabat lamanya yaitu kematian datang memberi salam pada usianya yang ke-27. Entah, karena Chairil suka dalam nuansa makna kematian, maka orang-orang pun memperingati dirinya bukan dari hari kelahirannya melainkan hari kematiannya. Aneh.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.