You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Nobel Sastra
Pada tahun 1900, Yayasan Nobel dibentuk untuk mengelola kekayaan mendiang Alfred Nobel. Salah satu kegiatan utamanya adalah menyeleksi para jenius di berbagai bidang dan menganugerahi salah satu yang terunggul dengan Hadiah Nobel. Pada setiap 10 Desember di Stockholm, berkumpulah para sastrawan, kritikus sastra, dan pecinta sastra dari seluruh dunia untuk merayakan terpilihnya pemenang Nobel atau yang sering disebut dengan Nobel laurate. 10 Desember adalah hari dan bulan wafatnya Alfred Nobel.
Nah, dalam wasiatnya, Alfred Nobel menunjuk sejumlah lembaga untuk mengelola pemberian Nobel Sastra. Wewenang itu jatuh pada Akademia Swedia di Stockholm, Swedia. Akademia ini kemudian membentuk panitia Nobel yang terdiri dari tiga sampai lima orang. Pada awal tahun, panitia Nobel menyebar undangan para anggota badan pemberi nobel hadiah, para Nobel laureate sebelumnya, profesor perguruan tinggi, dan sebagainya. Undangan mencalonkan kandidat ini bersifat rahasia. Daftar nominasi kandidat terkumpul pada 1 Februari. Panitia meneliti para nominasi bersama pada konsultan. Pada seleksi akhir, setelah merundingkan pelbagai opini dan rekomendasi, panitia melakukan pemungutan suara.
Hadiah Nobel diberikan tentu tidak tanpa alasan. Selain menjadi sastrawan kawakan di negerinya, calon pemenang nobel juga berjasa besar bagi kehidupan sastra di negaranya, mengkampanyekan isu-isu kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan sosial. Hal itu jamak dilakukan dengan bayaran mahal, seperti pengasingan, penjara, siksaan, dan bahkan nyawanya sendiri. Sastrawan kita Pramoedya Ananta Toer pun pernah disebut-sebut sebagai calon peraih penghargaan prestisius itu.
Nah, pada Oktober, nama pemenang biasanya sudah diumumkan ke publik. Pada awal Desember, para Nobel laureate diberi undangan penganugerahan. Para pemenang akan menerima medali emas dan ijazah yang berisi nama pemenang dan bidang prestasinya. Selain itu, pemenang juga akan mendapat sejumlah uang diambil dari bunga bank kekayaan Alfred Nobel yang dimiliki Yayasan Nobel.
Nah, salah satu cara konkret menghargai karya-karya mereka adalah dengan membaca karya-karya mereka itu sendiri.
(Dikutip dari Blog kamarbaca.wordpress.com)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.