Masih ingat dengan film “Pengkhianatan G 30 S/PKI”? Tentu propaganda pemerintah ORBA tersebut sudah tak lagi ditayangkan di televisi. D.N. Aidit, yang merupakan tokoh antagonis dalam film ini sekaligus pemimpin partai terlarang “PKI” digambarkan begitu dingin tanpa imajinasi–begitu dingin dengan nafsu kekuasaan yang tersirat pada bibirnya yang kering dan tatapannya yang tajam.
Tapi, sedikit sekali yang mengetahui bahwa pria kelahiran 30 Juli 1923 itu juga seorang penulis puisi. Yah, walaupun ada juga yang mengatakan bahwa Aidit menulis puisi gara-gara Mao Tse Tung juga nulis puisi.
Inilah salah satu puisi Aidit:
Yang Mati Hidup Abadi
Lama nian aku tak menangis
tidak karena mata sudah mengering
atau hati membeku dingin
tapi kali ini, dengan tak sadar
hati kepala penuh tak tertahan
butir-butir air mata membasahi koran pagi
Orang hitam berhati putih itu
dibunuh siputih berhati hitam!
Tapi bukankah pembunuh terbunuh?
Lumumba sendiri hidup selama-lamanya
Lumumba mati hidup abadi
Kini dunia tidak untuk siputih yang hitam
tapi untuk semua
putih, kuning, sawomatang, hitam ….
Kini udara penuh Lumumba
karena Lumumba berarti merdeka.
Jakarta, 14 Febr. 1961.
Popularity: 11%