Archive for July, 2008

Aliran cerpen: Realisme

Wednesday, July 30th, 2008

SAMBIL mengisi kekosongan karena sang pengasuh Lentera Sastra sedang berada nun di pedalaman sehingga sulit mengakses internet :) , saya coba berbagi tentang aliran-aliran dalam penulisan cerpen.

(more…)

Popularity: 10%

Lomba Menulis Cerpen Remaja (LMCR-2008)

Monday, July 7th, 2008

PT ROHTO-MENTHOLATUM kembali menyelenggarakan

LOMBA MENULIS CERPEN REMAJA (LMCR-2008)

Memperebutkan LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD Berhadiah Total Rp 80 Juta.

(more…)

Popularity: 25%

Kliping Sastra dan Budaya; Edisi 5 Juli 2008-11 Juli 2008

Monday, July 7th, 2008

SERAMBI INDONESIA (ACEH)

*Esai
“KDI dan MTQ” Oleh: Muhadzdzir M. Salda

*Cerpen
“Pengobat Gila” Oleh: Saiful Bahri

*Puisi
Mustiar AR

BATAM POS (KEPRI)

*Cerpen
“Kaktus pada Kamera Suamiku” Oleh: Sri Ruwanti

LAMPUNG POST (LAMPUNG)

*Cerpen
“Crimson a Rainbow” Oleh: Hamdani Harahap

*Puisi
Ari Pahala Hutabarat


RADAR BANTEN (BANTEN)

*Cerpen
“Matahari Senja” Oleh: Alia Husni

SUARA KARYA (JAKARTA)

*Esai
“Merantau ke Deli: Lelaki Minang Dalam Memori” Oleh: Nelson Alwi

*Cerpen
“Irigasi Bojong Loa” Oleh: Beni Setia

*Puisi
Aris Kurniawan

SUARA PEMBARUAN (JAKARTA)

*Cerpen
“Lelaki Pertama yang Bersemayam di Rumah Rindu” Oleh: Fakhrunnas MA. Jabbar

*Puisi
Indra Tjahyadi

TRIBUN JABAR (JABAR)

*Cerpen
“Lubang Hitam” Oleh: S. Tary

PIKIRAN RAKYAT (JABAR)

*Esai
“Mengoyak “Sakralitas” Tubuh” Oleh: F.X. Widaryanto


“Desainer dan Tradisi” Oleh: Alfathri Adlin

*Puisi
Dian Hardiana & Semmi Ikra Anggara

JAWA POS (JATIM)

*Cerpen
“Kota-Kota yang Kusinggahi dengan Ingatan” Oleh: Raudal Tanjung Banua

PONTIANAK POST (KALBAR)

*Cerpen
“Sampah” Oleh: Saiful Bachrie

*Puisi
Arif

Khoirun Niam

BANJARMASIN POST (KALSEL)

*Cerpen
“Mas Anto” Oleh: Viani Juan

*Puisi
R. Suci Noor Annisya

FAJAR (SULSEL)

*Esai
“Apakah Semua Karya Sastra Layak Dikritik?” Oleh: Dr. Ahyar Anwar

SEPUTAR INDONESIA (NASIONAL)

*Esai
“Tragedi dan Puisi” Oleh: Bandung Mawardi

*Cerpen
“Wasiat” Oleh: Dul Abdul Rahman

REPUBLIKA (NASIONAL)

*Cerpen
“Pelukan Ayah” Oleh: Alimuddin

*Puisi
Pranita Dewi

KOMPAS (NASIONAL)

*Esai
“Pelesir Nonton Bola dan Kultur “Flaneur” Oleh: Bambang K. Prihandono

*Cerpen
“Rumah Duka” Oleh: Ratih Kumala

*Puisi
Gunawan Maryanto

JURNAL NASIONAL (NASIONAL)

*Cerpen
“Sepenggal Kisah Rutuk dan Muram” Oleh: Satmoko Budi Santoso

*Puisi
Esha Tegar Putra

Popularity: 12%

Cerpen (Terbaik) Pilihan Kompas 2007

Saturday, July 5th, 2008

15 cerpen di bawah ini adalah cerpen terbaik versi Kompas. Cerpen Seno “Cinta di Atas Perahu Cadik” terpilih sebagai cerpen terbaik sekaligus menjadi judul untuk buku “Antologi Cerpen Kompas Pilihan 2007″. Berikut adalah kelimabelas cerpen-cerpen yang katanya “terbaik” itu:

(more…)

Popularity: 16%

Dipa Nusantara A.

Saturday, July 5th, 2008

Masih ingat dengan film “Pengkhianatan G 30 S/PKI”? Tentu propaganda pemerintah ORBA tersebut sudah tak lagi ditayangkan di televisi. D.N. Aidit, yang merupakan tokoh antagonis dalam film ini sekaligus pemimpin partai terlarang “PKI” digambarkan begitu dingin tanpa imajinasi–begitu dingin dengan nafsu kekuasaan yang tersirat pada bibirnya yang kering dan tatapannya yang tajam.

Tapi, sedikit sekali yang mengetahui bahwa pria kelahiran 30 Juli 1923 itu juga seorang penulis puisi. Yah, walaupun ada juga yang mengatakan bahwa Aidit menulis puisi gara-gara Mao Tse Tung juga nulis puisi.

Inilah salah satu puisi Aidit:

Yang Mati Hidup Abadi

Lama nian aku tak menangis
tidak karena mata sudah mengering
atau hati membeku dingin
tapi kali ini, dengan tak sadar
hati kepala penuh tak tertahan
butir-butir air mata membasahi koran pagi
Orang hitam berhati putih itu
dibunuh siputih berhati hitam!

Tapi bukankah pembunuh terbunuh?
Lumumba sendiri hidup selama-lamanya
Lumumba mati hidup abadi
Kini dunia tidak untuk siputih yang hitam
tapi untuk semua
putih, kuning, sawomatang, hitam ….
Kini udara penuh Lumumba
karena Lumumba berarti merdeka.

Jakarta, 14 Febr. 1961.

Popularity: 11%