You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Aliran cerpen: Realisme

Aliran cerpen: Realisme

Firman Firdaus — July 30, 2008 / 12:19 pm

SAMBIL mengisi kekosongan karena sang pengasuh Lentera Sastra sedang berada nun di pedalaman sehingga sulit mengakses internet :) , saya coba berbagi tentang aliran-aliran dalam penulisan cerpen.

Perlu ditekankan bahwa pengotak-kotakan sastra kerap kali menimbulkan pro dan kontra. Dan posting ini tentu saja tidak bermaksud mempertajam ruang perbedaan dan polarisasi. Sekadar berbagi kok, dan sebagian besar saya kutip dari telaah Korrie Layun Rampan Aliran-Jenis Cerita Pendek (Balai Pustaka, 1999).

Kali pertama akan dibahas soal realisme. Selamat menikmati!

Realisme merupakan aliran kesusastraan (dan seni pada umumnya) yang melukiskan keadaan atau kenyataan secara sesungguhnya. Para tokoh aliran ini berpendapat bahwa tujuan seni adalah untuk menggambarkan kehidupan dengan kejujuran yang sempurna dan objektif. Oleh karena itu, realisme menuntut penggambaran yang teliti, seperti cermin yang memantulkan realitas objektif di depan audiens, penikmat, dan pembaca.

HB Jassin pernah menjelaskan bahwa dalam realisme digambarkan keadaan seperti yang sebenarnya, seperti yang dilihat oleh mata.

Pengarang melukiskan dengan teliti, tanpa prasangka, tanpa tercampur tafsiran, tidak memaksakan kehendaknya sendiri terhadap pelaku dan pembacanya.

Realisme muncul pada abad ke-18, tetapi baru berkembang pada seabad kemudian dan awal abad ke-20. Gustave Flaubert (1821-1889) dianggap sebagai tokoh realisme terbesar dari Prancis. Oleh karena itu, kaum realis mengiyakan pendapatnya bahwa roman itu harus seperti ilmu hayat.

Dalam buku Memahami Kesustraan (Alumni, 1984) Jakob SUmardjo mengatakan, “Menurut kaum realis, keturunan dari lingkungan hidup amat menentukan pembentukan watak seseorang. Menurut Jakob pula, kaum realis lebih suka memilih tokoh-tokoh sederhana dan umum seperti yang kerap kita jumpai di jalan atau dalam kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia, yang dikenal sebagai sastrawan realis misalnya Umar Kayam dan Korrie Layun Rampan.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. Aliran realisme — Teroka Cerpen

    […] blog yang lain, saya tuliskan tentang aliran cerpen realisme. Silakan […]

    August 24th, 2008 at 6:39 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ee lu — bego lu
  • aldit — iya penjelasan ini di butuhkan kalau bisa penjelasan nya harus lengkap
  • Memahami puisi — Artikel pendidikan yang sangat menarik ,,,,,
  • chocovanilla — Saya juga sedang membaca karya PAT tetralogi Buru, saat ini dah buku ketiga "Jejak Langkah". Cuma masih bingung arti kata ...
  • anabalqis — Salam. Saya mencari sahabat saya dari jakarta, saudara akidah gaizillah. Adakah saudara mengenal atau tau alamat emailnya? Akidah seorang penulis ...
  • ibnu junjunan — tolong kasi tau duwnk 3 arti satra menurut para ahli
  • cintya — ada lomba lg g ,,klo ada tlg d kabarin ke email q y di>>>cintya.annisa@yahoo.com....trim's
  • Liana — Beli dvd Rosemary's baby di mana ya?
  • Liana — Beli novel Rosemary's baby di mana ya?
  • isawati — Sosok Wiji Thukul memang unik, nyentrik dan menarik. Jarang seorang penyair yang puisinya begitu terkenal melebihi dirinya sendiri. Jika kita ...