You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Puisi dari pesisir selatan Minangkabau
PUISI-puisi ini dikirimkan oleh Sayyid, penulis blog Lentera Susastra di sela-sela menjalani tugas kuliah di pesisir selatan Minangkabau, melalui pesan singkat.
setiap langkah akan selalu menjadi kenangan ketika hari ini ia tersimpan, suatu saat akan dikenang kapan pun bisa ditarik;
untuk dinikmati kembali
jangan sebut pulang ketika pagi menjelang siang mentari pun masih terik membakar roma
dunia ini milik kita, jangan kau kotak-kotakkan sang hari kala ia teruntai indah biarlah cinta bersemi di bukit rantau
kemarin itu kenangan dan esok adalah harapan maka jadikanlah hari ini sebaik mungkin agar kemarin menjadi kenangan yang indah dan esok jadi harapan yang cerah
berjaga untuk kepulangan untuk waktu yang kering diuapi matahari siang dikucurkan debu
dan suara jangkrik yang berdiam di ujung rambutan
dia masih berbisik tentang suarga yang merah
:darah
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.