You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Setakat Sajak dari Lembah Harau

Setakat Sajak dari Lembah Harau

sayyid — August 31, 2008 / 4:19 pm

SAJAK-SAJAK ESHA TEGAR PUTRA

Yang Memintal Tali Air

—agus hernawan

dirimu yang memintal tali air dalam gabak yang semakin hitam masihkan bertahan di topangan kayu gadang?

suaramu kudengar dari jauh, terdengar jauh, sangat jauh seolah menarasikan kumparan hari yang direbut orang datang dan kau terus memintal tali air di harumnya wangi cengkeh, kopi dan pala yang dipendam hangat dalam ingatan.

suaramu kudengar jauh, terdengar jauh, sangat jauh seolah berisyarat tentang batang tebu yang ditinggal pergi si pembawa arit dan sesuaramu melesat ke arah laut (mungkin ingin membakar kapal-kapal yang memendam rempah buat si rambut jagung)

suaramu kudengar jauh, terdengar jauh, sangat jauh dari daratan yang menyimpan ratusan tahun kesakitan kampung. dan angin selatan, jalur rapalan ayat langit yang kau reguk seakan terus memaksamu untuk menyabit kangen pulang yang begitu hebatnya

Harau, 2008

Yang Bersuara di Angin Lembah

—ahda imran

angin lembah angin penghormatan sebab dinginnya menghela kabut ke arah langit angin lembah angin persembahan sebab basahnya membuat laju peristiwa lama angin lembah angin pergumulan sebab karibnya menautkan pucuk air ke titik api

maka bersuaralah, di angin lembah…

Harau, 2008

Yang Bersahutan dari Tanjung

—Jimmy Maruly Alfian (episode rashomon)

sepasang kekasih saling berebut maut di ujung tanjung sepasang kekasih saling menghela kalut dari arah laut

sepasang kekasih saling menikam sayang dengan tajam kerang

sepasang kekasih tak jadi berpadu sebab malam dipasung badai

tapi siapakah gerangan yang berani bersahutan dari ujung tanjung? (tempat para hantu menanggalkan kepalanya)

kulihat ada seseorang yang ketakutan, ia meyuruk dibalik rimbun rumpun betung sambil memanggul pisau panjang yang karatan. ia menatap ke arah angin datang dan berseru, “hei tuan yang berparas hantu, raja para rompak dan bandit, dimanakah si sayang dimakamkan setelah kau selesai berucap: kumaling jantungmu!”

Harau, 2008

Yang Menghela Sebilah Marah

—chairan hafzan yurma

tanah persemayaman raja-raja, begitulah kita menyebut setiap sakitnya badan jalan. tapi seruan apa yang seharusnya menghela sampainya perjalanan ini? mungkin ganasnya jampi yang berpitunang lewat sirompak, dengung gasing tengkorak, atau mata gadis payakumbuh? (kukira tak ada dengung yang lebih hebat selain bunyi bansi saat malam mengendap turun di lapangnya kandang padati)

Harau, 2008

Yang Disetubuhi Rumpun Bambu

—inggit putria marga (fragmen rashomon)

suaramu disetubuhi rumpun bambu, dalam malam, lelaki bersamurai panjang diam menyaksikan suaramu disetubuhi rumpun bambu, dalam malam, pantulan cahaya bulan ikut menanam berahi garang di bagian punggungmu

Harau, 2008

Yang Melepas Sayap Puisi

—iyut fitra

entah kemana burung itu pergi melepas sayap saat ia merasa tubuhnya telah tua. jalur-jalur pelayaran dimakamkan angin, tak ada lagi sesuatu yang membuatnya ingin bertamu ke hunian yang lebih baik. tapi siapakah gerangan yang sanggup mencari bagian tubuhnya yang telah lebur diamuk jatuh?

begitu juga aku yang melihat dirimu, sekian lama berlayar dalam puisi dan kini seolah mencabut sayap bagi pelayaran lama pelayaran yang dulu selalu kau karibkan dengan lengang jalan. o… laut dikutuk maut, jalanan direbut kerumunan orang yang ingin segera mencapai ujung. tapi kini dimana gerangan puisi tentang kekasih kecil digeletarkan?

(kulihat seorang perempuan tua, mungkin itu ibu, yang mengutukmu untuk tak kembali pada jalan puisi)

Harau, 2008

Yang Berpuisi di Dalam Lembah

—iman romansyah

tengah kuhidangkan secambung nasi kapau, sebumbung air nira

untuk kau, hei.. sesuatu yang ajaib, yang berpuisi di dalam lembah

(tentunya kau telah membeku disumpah lumut batu yang makin ragu berbagi kabut baru)

Harau, 2008

Yang Bersunyi di Pulau Dewata

—jengki

yang bersunyi di pulau dewata yang mengendapkan berahi peristiwa di kumparan pasir pantai dan di balik pura lama tumpangkan sahutanku untuk sesuatu yang dianggap tabu:

“kelamin bulan lima belas telah dijarah lelaki yang gemar mengenakan jaket hitam!”

Harau, 2008

Yang Menghitung Kelokan Jalan

—sangdenai

kelokan jalan bukittinggi masih begitu, lembah berpunggung dingin, batang air menanak batu, dan kabut masih saja menyembunyikan rindunya para bujang-gadis untuk menyebut kata berpadu. tapi takkan kau dengar derak pedati menuruni landai jalan, takkan kau dengar celotehan perempuan berkain-basahan di tepian mandi, takkan kau dengar kekanak berlarian girang di surau saat magrib beranjak isya. dan takkan kau ingat bahwasanya di tiap kelok jalan ke bukittinggi, si sayang telah ditinggalkan pergantian tahun

Harau, 2008

Yang Menumpang pada Hilang

—faiz ketjil

berbaliklah saat hilang telah merupa jalan rumah tidak lagi berupa simpang, tapi badan dikutuk malang. kita yang selalu menumpang pada hilang telah dikutuk untuk selalu berucap, “akulah lelaki yang akan terus menumpang pada pada hilang, dan siapakah yang sanggup bertanya tentang sakitnya kepergian?”

Harau, 2008

Yang Direnggut dari Sajaknya

—anda s

yang direnggut dari sajaknya, ia berkisah tentang orang ladang yang terperangkap di tubuh orang pantai, tapi siapakah yang sanggup menangkap

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • VERA — aslm... pengumuman pemenangnya kpn sehhhhhhhhhh?????
  • yogi — Sangat mencengangkan dan membingungkan, tetapi bagus buat review presentasi nanti. Well done hahaha
  • Jawquaday — hed kandi various artists i know you got soul oracular spectacular mgmt pieces of what rhinos ohmygod 80s pop culture ...
  • iiK — UnTuK bUMi.. seanDainya seorang anDrea ADA PAda posisi anDa... apa yang anda lakukan???????? ada kalanya oRang beraDa di atas dan ada kalanya juGA ...
  • iiK — AnDreA......................... Penginspirasi seMua peLajar daN guru2 di Indonesia.. anJriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit........... aKu saLuuuuuuuuuut banGet................... teTap jaDi yanG TERBaIk......... […]
  • Dehrccjx — nice site,
  • Cbjdaphg — Nice day,
  • Heri Juanda — saya juga stringer di the associated press (AP Photo) untuk Aceh. sekiranya ada info lowongan untuk jadi fotografer di wilayah ...
  • aslam — kalau bisnisIndonesia butuh kontributor untuk wilayah Sul-Sel atau Sul-Bar, saya bisa dihubungi di 085255936678 Thanks. Aslam
  • dedik — ikut..dong walau gaak menang