You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Dunia Ide dan Praksis Komunitas Sastra
OLEH: YONATHAN RAHARDJO
Dalam ilmu komunikasi, katanya, kejujuran orang adalah apa yang sesungguhnya tidak diungkapkan. Sering orang mengaku tidak ingin punya nama, namun sebetulnya itulah yang diinginkan. Sering orang mengaku bekerja tanpa pamrih dan tidak banyak suara dan cakap serta gembar-gembor, dengan mengaku bekerja tanpa pamrih, namun sayangnya kadang tempatnya tidak tepat ketika wilayah dan diranah adalah wilayah ide, tulisan dan sastra yang membutuhkan tulia-menulis dalam suatu dialog. Maka menjadi susah di sini wilayahnya mau bicara komunikasi atau bicara sastra yang mempertemukan orang satu sama lain berdasar ide, baik lewat email, milis maupun ym, di mana pada era internet ini semua rata-rata dipertemukan dengan media elektronik ini.
Untuk mengatakan orang tak gembar-gembor dengan ide yang diwacanakan maupun tindakan praksis yang dilakukan sering mengalami kesulitan untuk memilah dan menilai dengan kebeningan hati sesungguhnya bagaimana esensi masing-masing perbuatan, pengakuan dan seidealnya harapan yang diberlakukan. Mungkin orang mengatakan tidak ingin pamrih dan bekerja tanpa banyak cakap dan cari nama, namun dari tindakannya ternyata ia benar-benar mencari nama, bahkan dengan pendekatan-pendekat an pada orang-porang terkenal dan menungganginya sebagai kawan dekat sehingga ikut terangkat, lalu dia mengatakan aku akan maju karyaku, bukan hanya karena pertemanan denganmu.
Namun apa yang sesungguhnya ada pada diri orang itu, sebetulnya hanya ia, iblis dan malaikat saja yang tahu. lalu bergeser ke wilayah idea, sastra yang membutuhkan dialog dan pertukaran bahkan pertengkaran wacana, sesungguhnyalah bila suatu saat yang bersangkutan diam berarti dia bisa mempunyai sikap dan langkah macam-macam. mungkin diam mendengarkan namun mempunyai taktik atau strategi lain untuk membelokkan pembicaraan dankesepakatan menjadi sesuai kehendaknya sendiri, atau diam karena tidak menganggap pembicaraan, atau diam memang emas dalam arti lebih penting pemasaran daripada suara-suara miring. ada saling tumpang tindih di sini, ada saling klaim yang masing-masing menjurus kepada pembenaran diri sendiri.
Dalam ranah sastra hal ini tidak jarang terjadi bahkan sudah jamak terjadi klaim-klaim yang sebnetulnya berujung pada pembenaran diri sendiri. masing-masing bisa dilihat dari track record yang bersangkutan. ketika statistik sudah membuktikan jejak-jejak masa lalu, maka bisanbya akan dapat diuji secara kuantiti dibanding secara kualiti. tenaga yag demikian acap menggembosi semangat berkarya, dari tujuannya bersastra untuk pencerahan menjadi ilmu-ilmu cari muka. roh untuk bersastra tetu ada pada orang-orang yang bersastra dan berorganisasi. .. dua hal yang sangat tumpang tindik untuk dua dunia yang berbeda yaitu dunia ide dan dunia praksis. praksis sastra sudah tentu lain dari praksis komunikasi atau ilmu jual citra. itulah yang senyatanya terjadi di dunia komunitas sastra.
(DARI MILLIS APRESIASI SASTRA)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.