You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Sajak-sajak Budi Fernando
Puani
aku ingin bersemayam dalam jiwa sepi yang tak menahu lagi siapa dirinya di tiap langkah tak mengenal yang tertinggal Puani, ingin kulukis riuh rautmu dalam sore damai jadi hias selimut malam dan kujemput serumpun ria penawar luka yang teramat cabik dalamnya biar aku mengenal lagi gelak di balik jeruji jendela kala tirai tertutup juga menyandingmu di malam sunyi dengan hias kunang ikut bercumbu meniup bait demi bait yang dulu terlontar biar kembali kutemu senyum bersemi
Kubu, 08
Pencarian
sedalam apa laut yang kau selam?
sedari tepi berpijak kaki menemu teriak ombak menuju gelombang jua amuk badai seakan kembali mengantar pulang
berapa tinggi gunung kau daki?
sedari lurah menancap langkah jumpai barisan batu gadang jua buat langkahmu berbalik
sudah menepi nan kau cari?
Kubu, 08
Lengang
dan aku pun takkan pernah mengejar lalu jadi bayang tiap laku jua menggenggam datang nan merintang jadi angan tiap malam
aku takluk dengan amarah yang selalu berjalan di depan yang selalu mengebat langkah
seperti ladang gersang nan lengang takkan menemu setumbuh bunga
Kubu, 08
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
abdul qayyum
ada lori
ada bas
ada hari
aku balas
July 28th, 2009 at 9:15 pm