You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Sajak-sajak Firmansyah
Kabut ;rf
malam terasa dangkal saat aku menyeruput bingkai dirimu dengan muka basah rinduku berlinang.
sedangkan benalu cinta telah kuhantar ke rumah angin.
akankah cawan cinta ini mengeras setelah diilati aroma matahari atawa sembari menunggu tunas cinta kita bersanda pada batang lapuk
Kandangpadati,2008
Badai
kenapa mumbang kelapa menambah diri ini sansai, seperti ngarai tak berbatu sedangkan aku belum bertanam sejarah
masih dalam rahim ibu jalan berduri telah terbentang, makna tertimbun rahim badai daun lepas dari tampuk dan tanah berubah menjadi cawan ;hanya bunga dan lantunan kata suci deguk terakhir
sekarang lidah angan patah toga sepi dalam almari yang tak dapat tamu di pucuk musim
Padang,2008
Terperangkap
saat ini aku berada di hutan rindang denga tawa kegalauan tertawa membuat aku menertawakan diri ini sendiri! di balik pintu tawa yang tersimpan duri tajam sewaktu-waktu bersiap menikam dari belakang
canggung datang di atas tawa itu langkah kaku membuat gemeretak rahang yang memutuskan lidah anganku
rona merah senja memperuncing duri itu! keyakinan yang sesaat memudar ketika malam datang apakah benar, jika aku mati disorong rindu mereka pun terbahak di surga dan memerangkap air mata?
2007
Firmansyah. Lahir di Baturaja 9 Agustus 1987. Mahasiswa Sastra Indonesia Univeritas Andalas. Giat di Komunitas Teater Langkah. Tinggal di Rumah Kreatif Kandangpadati.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.