You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Article: Menelaah Cerpen Timur Tengah

Menelaah Cerpen Timur Tengah

sayyid — April 13, 2009 / 4:38 pm

OLEH: AZWAR NAZIR

Tulisan ini akan mengulas cerpen “Orang Asing”. Cerpen yang ditulis oleh Abd al-Majid Ben Jallun diterjemahkan secara bebas oleh Ranti Marneli ke dalam Bahasa Indonesia dari the short story, gharib, from ‘the vale of blood’. Cairo, 1947. Diterbitkan oleh: Modern Arabic Literature 1800-1970. John A. Haywood St Martin’s Press. NY. 1972.

“Orang Asing” menceritakan tentang keluarga Abd al Salam seorang tuan tanah yang kaya dan baik hati di Maroko. Tentang kebaikan Abd al Salam ini dapat dilihat dari betapa kehilangannya masyarakat ketika ia meninggal dunia. Penulis menggambarkannya sebagai berikut:

“Selama waktu itu, kesehatan paman Abd al Salam mulai mundur sedikit demi sedikit hingga hari yang tak terelak pun tiba. Semua orang di perkampungan menangis, mengikuti proses pemakaman pria yang telah hidup dalam hati, pikiran dan tubuh mereka. Pria itu telah membawa mereka pada kehidupan yang disinari matahari dan gelak tawa, yang melindungi anak-anak yatim, fakir miskin, dan ibnu sabil, mereka mengikuti usungan jenazahnya, menangisinya seperti menangisi kakek, ayah, saudara, dan temannya mereka.”

Kebaikan hati keluarga Maroko itu juga terlihat dengan penerimaannya terhadap orang asing dengan tanpa curiga sedikitpun. Cara keluarga Abd al Salam menerima tamu sebagaimana kelurga Islam yang menerima tamu.

“Pada akhirnya, pemilik tanah itu menjadi sangat menyanyanginya dan mulai memperlakukannya seperti seorang teman dan keluarga. Jadi, ia mendapat tempat di antara anak-anak lelaki Paman Abd al-Salam di dalam rumah tangganya dan di dalam hatinya.”

Padahal orang asing yang ditolongnya itu adalah orang Prancis yang di banyak tempat di Maroko sudah memperlihatkan watak penjajah mereka. Andre (nama orang asing yang ditolong Abd al Salam) itu akhirnya sudah dianggab keluarga oleh keluarga kaya itu. Karena kepintaran Andre mengambil muka di depan masyarakat dia akhirnya diberi kepercayaan yang besar untuk mengelola ladang. Tentang keberhasil Andre menancapkan kukunya dalam keluarga itu dapat dilihat dalam kutipan berikut ini.

“Sejak saat itu pria asing itu tinggal di pertanian ini, bahasa Arabnya berkembang dari hari ke hari, ia mengambil, memanggil, memeriksa, mempelajari dan menguasai hal yang di sekelilingnya. Lambat laun dia menarik perhatian karena tenaga dan kecerdasannya. Dia pandai mencari muka di depan pemilik tanah itu dan menjelaskan berbagai cara bertani dengan modern.”

Namun kejahatan Andre itu mulai terlihat ketika Abd al Salam meninggal dunia. Sedikit demi sedikit prilaku Andre mulai berubah ke arah yang tidak menyenangkan hati masyarakat. Bahkan Andre sudah tidak pergi sembahyang jumat, yang bagi penduduk di daerah itu adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.

Kejahatan Andre ini semakin terlihat ketika dia membawa pria-pria Perancis ke perkebunan, dan ia mengatakan bahwa pria-pria itulah yang akan mengajari masyarakat cara berladang yang baik. Setelah itu orang-orang perkebunan tidak lagi bersimpati pada Andre, tetapi dia telah mendapatkan ladang yang luas peninggalang Abd al Salam, dia mengklaim perkebunan itu sebagai miliknya, padahal keluarga Abd al Salam masih mempunyai dua orang anak laki-laki dan satu orang anak perempuan yang masih remaja.

Saat ada orang kampung yang memperingatinya, orang Perancis itu marah dan mengatakan. “Kembalilah dan katakan pada orang-orang bahwa ini adalah keinginan dari pemimpin mereka, pengganti dan ahli waris paman Abd al Salam”. Tidak hanya itu Andre mulai menyiksa masyarakat yang tidak mau tunduk padanya.

“Pada titik ini Andre kehilangan kesebarannya dan darah Prancisnya mengalir ke kepalanya. Dia menyerang pria itu, mencengkeram dagunya, mengguncangnya dan berkata, ‘Jangan pernah berbicara seperti itu lagi, atau aku menghancurkan kepalamu, mengerti!”

Bukan hanya itu setelah menguasai semua harta Abd al Salam, Andre yang telah membuat kerajaan sendiri di bekas rumah Abd al Salam itu ingin menyingkirkan tiga orang anak Abd al Salam itu. Kedua anak laki-laki Abd al Salam di tahan oleh Andre dengan alasan kedua anak itu tidak mau menyerahkan usaha ternak mereka pada Andre. Ketika Fatima, anak perempuan Abd al Salam ingin membebaskan saudaranya. Gadis remaja itu akan diperkosa oleh Andre.

Tetapi penulis masih berpihak kepada tokoh cerita. Penulis menceritakan dalam cerpennya bahwa Fatima tidak jadi diperkosa oleh Andre, karena gadis itu dengan berani merebut pistol dari Andre. Dengan pistol itu dia mengeluarkan kemarahannya dan akhirnya membunuh Andre.

Sebenarnya ending yang seperti itu tentu sesuatu yang menyenangkan hati pembaca bahwa semua yang jahat akan kalah di tangan orang-orang yang baik. Semua kejahatan akan musnah oleh kebaikan. Tetapi ternyata dalam faktanya tidak seperti itu, toh akhirnmya Maroko dijajah oleh Perancis dan baru lepas dari jajahan Perancis pada tanggal 2 maret 1956 setelah meninggalkan luka yang dalam di hati masyarakat Maroko.

Cerita yang mengisahkan bagaimana bermulanya penjajahan ini mengingatkan pada semua orang bahwa watak penjajah itu tidak akan hilang di hati manusia yang tamak, walaupun dia sudah ditolong oleh masyarakat Maroko saat dalam kesulitan besar seperti Andre yang pada awalnya adalah seorang miskin di selatan Perancis. Lelaki miskin yang melarat itu meninggalkan desanya untuk mendapatkan kehidupan yang baik walau dengan cara merampas hak-hak orang lain.

Usaha Andre untuk merubah hidupnya menjadi kehidupan yang lebih baik adalah usaha mulia yang dilakukannya sebagai makhluk Tuhan. Akan tetapi usaha yang baik itu akan menjadi sangat menyakitkan dan merugikan orang lain bila dilakukan dengan cara-cara yang salah. Inilah kesalahan dari kolonialisme itu. Ia menghilangkan batas-batas kemanusian seperti Andre yang merampas hak orang yang telah menyelamatkan hidupnya.

Perampasan hak yang terorganisir kemudian menjelma menjadi kolonialisme sebagai sebuah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan (Wikipedia, 13 Agustus 2007).

Tentang upaya penguasaan terhadap hak orang lain yang melembaga ini, selain bertentangan dengan nurani manusia sendiri juga banyak ditentang oleh ahli-ahli yang berkecimpung dalam pengkajian dampak-dampak kolonialisme ini. Seperti Andre Gunder Frank yang berpendapat bahwa kolonialisme sebenarnya menuju kepemindahan kekayaan dari daerah yang dijajah ke daerah yang menjajah dan penjajahan itu menghambat kesuksesan pembangunan ekonomi negara terjajah. Selain itu Pengkritik post-kolonialisme seperti Franz Fanon berpendapat bahwa kolonialisme merusak politik, psikologi, dan moral negara terkolonisasi. Seorang penulis dan politikus India Arundhati Roy juga berpendapat bahwa perdebatan antara pro dan kontra dari kolonialisme/ imperialisme adalah seperti “mendebatkan pro dan kontra pemerkosaan”. Artinya walau sepakat ataupun tidak sepakat dengan pemerkosaan tetap saja tindakan itu menimbulkkan luka yang mendalam dalam diri korban dan sangat tidak berprikemanusiaan.

Mungkin atas dasar itu pulalah Abd al-Majid Ben Jallun menulis cerpen ini. Sebagai tindakan penentangannya terhadap upaya penjajahan. Cerpen ini merupakan sikap seorang sastrawan bahwa seorang sastrawan yang baik pasti tidak akan memihak kepada kebatilan.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ee lu — bego lu
  • aldit — iya penjelasan ini di butuhkan kalau bisa penjelasan nya harus lengkap
  • Memahami puisi — Artikel pendidikan yang sangat menarik ,,,,,
  • chocovanilla — Saya juga sedang membaca karya PAT tetralogi Buru, saat ini dah buku ketiga "Jejak Langkah". Cuma masih bingung arti kata ...
  • anabalqis — Salam. Saya mencari sahabat saya dari jakarta, saudara akidah gaizillah. Adakah saudara mengenal atau tau alamat emailnya? Akidah seorang penulis ...
  • ibnu junjunan — tolong kasi tau duwnk 3 arti satra menurut para ahli
  • cintya — ada lomba lg g ,,klo ada tlg d kabarin ke email q y di>>>cintya.annisa@yahoo.com....trim's
  • Liana — Beli dvd Rosemary's baby di mana ya?
  • Liana — Beli novel Rosemary's baby di mana ya?
  • isawati — Sosok Wiji Thukul memang unik, nyentrik dan menarik. Jarang seorang penyair yang puisinya begitu terkenal melebihi dirinya sendiri. Jika kita ...