You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Sastrawan
Saut berulah lagi. Ia menarik diri dari keikutsertaannya dalam Khatulistiwa Literary Award 2008 yang menampilkan buku puisinya berjudul “Otobiografi”…. Beginilah alasan yang dikedepankan Saut: Sejak awal saya menganggap keberadaan KLA tidak layak dan tidak representatif bagi kesusasteraan Indonesia karena dasar dan sistem penilaian karya tidak pernah jelas, inkonsisten, improvisasi, dan tidak profesional.
Banyak yang mengatakan Laskar Pelangi merupakan karya pencerahan. Penggugah semangat. Dan segala keindahan lainnya. Cerita tentang sepuluh anak kecil yang bertemu, berkreativitas, belajar bersama. Tak ada suatu kebetulan yang ditiriskan oleh Tuhan. Namun, dari dulu saya agak jengah dengan penyebutan Laskar Pelangi sebagai karya sastra dalam hal ini novel. Apa yang saya kritisi tentu balik lagi [...]
Siapa sangka, cerita Andrea Hirata bisa jadi best seller. Apalagi, dijadikan sebuah film. Tentu merupakan keberhasilan yang luar biasa bagi karir kepenulisan Andrea Hirata yang mengaku tak pernah menulis selain menulis Tetralogi Laskar Pelanginya itu. Film Laskar Pelangi disutradarai oleh Riri Riza dan Miles Production. Dan sudah syuting di Belitong sejak 25 Mei 2008. Rencananya, film [...]
Masih ingat dengan film “Pengkhianatan G 30 S/PKI”? Tentu propaganda pemerintah ORBA tersebut sudah tak lagi ditayangkan di televisi. D.N. Aidit, yang merupakan tokoh antagonis dalam film ini sekaligus pemimpin partai terlarang “PKI” digambarkan begitu dingin tanpa imajinasi–begitu dingin dengan nafsu kekuasaan yang tersirat pada bibirnya yang kering dan tatapannya yang tajam. Tapi, sedikit sekali yang [...]
Langston Hughes lahir di Joplin, Missouri, USA. 1 Februari 1902. Beliau adalah salah satu penyair kulit hitam. Berikut beberapa petikan puisi penyair yang meninggal 22 Mei 1967 di New York. Negro Speaks of Rivers I’ve known rivers: I’ve known rivers ancient as the world and older than the flow of human blood in human rivers My soul has grown deep [...]
Nah, ini adalah 10 peraih nobel sastra (lanjutan) dari 1996-1987. Wis?awa Szymborska (1996) Lahir di Kórnik, Polandia 2 Juli 1923. Karya-karyanya Dlatego ?yjemy (”That’s Why We Are Alive”) 1952, Pytania zadawane sobie (”Questioning Yourself”) 1954, Wo?anie do Yeti (”Calling Out to Yeti”) 1957, Sól (”Salt”) 1962, 101 wierszy (”101 Poems”) 1966, Sto pociech [...]
Banyak diantara kawan-kawan saya (dan juga mungkin anda) yang asing dengan “Nobel Bidang Sastra”. Oleh karena itu, saya postingkan sepuluh-(sepuluh) wajah peraih nobel sastra tersebut. Dari mulai yang terbaru (2007) hingga 1901.
Tak ada yang bersedia untuk mati muda. Begitu juga Chairil yang meski harus pahit menelan kematian di usia muda itu. Ia malah bercita-cita untuk hidup seribu tahun lagi, namun ternyata cita-citanya itu tak kesampaian.
Jika dalam pertemuan awal, Putu lebih mengarahkan pembicaraannya kepada kemerdekaan, maka pertemuan terakhir (dengan saya) di Aula Gedung E Universitas Andalas Padang tanggal 13 Maret 2008 ini lebih dominan pada proses kreatif. Sedikitnya ada lima jurus yang harus dipunyai oleh pengarang yang saya sebut dengan 4 resep teror: Menulis bukanlah kehendak mood. [...]
Coba tebak, berapa orang pengarang di Indonesia yang menulis dengan gaya meneror? Agaknya, tak ada yang menandingi Putu Wijaya dalam hal itu. Keterkesanan saya tambah menjadi setelah bertemu dengan pak (mas?) Putu di Halaman Balai Bahasa Padang tanggal 12 Maret 2008. Ketika itu, Balai Bahasa mengundang Putu dalam Temu Wicara Mahasiswa. Peserta acara sangat antusias. Klimaksnya, ketika [...]
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
XML error: Reserved XML Name at line 2, column 38