You're here: My Writing Blogging » Lentera Susastra » Sastrawan
Di bawah ini, saya postingkan sebuah surat terbuka yang berkaitan dengan Pena Kencana Award. Surat ini sendiri dikirim oleh Dwicipta dan disebarkan lewat millis-millis Sastra di tanah air. Inti yang disesalkan Faisal Kamandobat juga saya pribadi adalah penentuan karya sastra yang bermutu lewat polling SMS. Entah, apakah Pena Kencana lagi demam kuis-kuisan SMS yang sekarang [...]
Ayu Utami, tokoh sastrawangi yang sering disorot karena karya fenomenalnya “Saman”. Biarpun di negerinya sendiri ditohok, dimaki, dituduh sebagai pembuka keran sastra kelamin namun ia berjaya di Eropa sana. Ya, “Saman” itu, ia sukses menaklukkan pembaca di Belanda, Inggris, Jerman, Prancis dan terakhir di Ceko. Mungkin Ayu Utami sekarang sedang tertawa pulas melihat karya yang dituduh [...]
Tentunya anda sudah kenal dengan Hudan Hidayat. Salah satu tokoh yang menggegerkan dunia Sastra Indonesia setahun belakangan dengan polemik Sastra Kelamin. Masih ada beberapa nama lain seperti Taufik Ismail, Saut Situmorang, TUK/KUK, Rumah Dunia dll.
Begitu “mencengangkan” ketika tahu bahwa Rendra (Si Burung Merak) meluncurkan buku kumpulan cerpennya. Rendra adalah sastrawan yang terkenal akan puisi-puisi pamflet yang menggamangkan pemerintahan Orde Baru (selevel dengan Wiji Thukul). Tidak hanya satu kumpulan cerpen, tetapi dua kumpulan cerpen! Sangat menakjubkan sekali.
Genanse og Verdighet (Aib dan Martabat) “Aib dan Martabat” adalah salah satu karya utama Solstad yang bercerita tentang Elias Rukla, seorang lelaki yang terbangun dalam kesadaran baru dan harus menghadapi dunia yang tidak lagi menghargai bakat maupun nilai-nilai yang selama ini dia pegang teguh. Tidak ada hal dalam hidup Elias yang serba teratur itu, atau dalam [...]
Dag Solstad adalah seorang penulis yang cukup produktif. Dia telah melahirkan belasan novel, esai, cerita pendek dan drama. Di samping itu dia juga menunjukkan minatnya pada sepakbola dengan menuliskan sebuah reportase piala dunia bersama seorang penulis lain bernama Jon Michelet. Novelnya “Gymnaslarer Pedersens” juga telah diadaptasi ke layar lebar beberapa tahun lalu. Berikut daftar karyanya [...]
Menutup “pengajian” soal Larkin, saya hanya ingin meringkas beberapa temuan yang sudah saya beberkan sebelumnya;
Dag Solstad adalah seorang penulis yang peduli dan berpartisipasi aktif dalam perkembangan kebudayaan negerinya. Saya menangkap afiliasinya dengan gerakan dan ideologi sosialis-komunis, gerakan yang sempat menghangat pada periode 1960-1970an, namun saya belum bisa memastikannya. Beberapa tulisan pentingnya dimuat di tabloid “Klassekampen” (The Class Struggle) yang identik dengan ideologi kiri. Lagipula, ini bukanlah hal yang terlalu [...]
Pengaruh Sajak-sajak tradisional dalam sajak-sajak Philip Larkin sangat kuat. Seperti pernah disinggung dalam tulisan sebelumnya, Larkin pada awal kepenyairannya sangat dipengaruhi oleh W.B. Yeats, penyair Irlandia dan Thomas Hardy. Hal yang dipertahankan dalam sajak-sajak Larkin sesuai dengan pengertian sajak secara tradisional adalah rima. Maka pada periode awal kepenyairannya, penerapan rima yang ketat pun tampak. Contohnya [...]
Dag Solstad dilahirkan pada tahun 1941 di kota Sandefjord di propinsi Vestfold, sebuah kota kecil di pinggir pantai dengan pesona tersendiri layaknya kota-kota kecil di Norwegia. Pesona alam yang indah dengan jumlah penduduk sedikit dan tinggal terpencar-pencar jauh, namun dilengkapi fasilitas kehidupan yang memadai, tidak kalah dengan yang ditemui di kota besar. Hampir setiap kota [...]
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.