You're here: My Writing Blogging » Kerlip Teenlit » Article: Wawancara S.E. Hinton, Penulis “The Outsiders”
Dari judul bukunya saja sudah terasa sekali deh kalau ini memang bacaan buat young adult (YA). Sayangnya, aku belum pernah membaca versi bukunya, walaupun sudah pernah nonton versi filmnya yang disutradarai ama Francis Ford Coppola. Filmnya keluar 1983, but hey, please relax, aku nggak nonton film itu pas baru keluar kok. Tapi beberapa puluh tahun kemudian, pernah ditayangin di televisi.
Yang main, wah, deretan bintang film remaja 80an ada semua deh. Sekarang, ada yang masih terkenal, kayak Tom Cruise (duh, masih imuuuuut banget di situ dan belum ‘aneh’), Matt Dillon dan Diane Lane. Tapi ada yang jadi bintang film kelas B hampir turun ke C deh, kayak Rob Lowe, Emilio Estevez dan Patrick Swayze.
Cerita intinya sih tentang perang antara dua geng anak muda, yang satu, ’soc’ yang kaya dan punya duit, sementara yang satunya geng ‘greaser’ yang miskin. Pertentangan antara keduanyalah yang jadi tema sentral buku ini.
Nah, pas nonton filmnya, mungkin karena temanya perang antar geng dan anggotanya yang cowok-cowok semua, aku mendapat kesan buku yang mendasari filmnya maskulin banget. Tapi, ternyata, penulisnya, S.E Hinton adalah gadis remaja berusia 16 tahun ketika buku ini diterbitkan pada 1967. Cukup kaget sih.
Nggak heran buku ini dan penulis blog ini sampai merasa perlu mengingatkan akan fakta penulisnya adalah seorang perempuan muda. Ya mungkin karena nggak ada yang menyangka ya, karena “The Outsiders” begitu maskulin kesan utamanya.
Anyway, situs majalah Vanity Fair menerbitkan wawancara dengan penulis S.E. Hinton tentang buku terbarunya “Some of Tim’s Stories” dan tentang menulis untuk pembaca young adult. Vanity Fair juga memberikan sekelumit dari buku terbaru Hinton itu.
Salah satu pertanyaan yang menarik:
Q: You unknowingly spoke to a generation with The Outsiders. Do you think today’s youth are as receptive, or do they find it outdated?
A: I get the same letters from Outsiders readers as I did 40 years ago. And it’s selling as well today as it ever has. The kids still identify with the emotions, the social injustice. The uniforms change, the names change, but the groups go on forever. And now I am getting letters from parents who say it was their favorite book, and they’re sharing it with their kids.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.