You're here: My Writing Blogging » Kerlip Teenlit » Article: Let’s Talk About Macondo
Hmmm, info ini mungkin bisa menyemangatiku untuk mulai (lagi) membaca “One Hundred Years of Solitude”. Bukan mengulangi membaca, tapi memulai lagi setelah sebelumnya menyerah gara-gara ngantuk. Eh, lama-kelamaan terus tertumpuk sama buku-buku lain.
Anyway, acaranya:
Klub Sastra kembali menyelenggarakan diskusi buku bulanan. Kali ini membicarakan novel karya pemenang hadiah Nobel sastra 1982, Gabriel Garcia Marquez: One Hundred Years of Solitude, yang diterbitkan oleh Penerbit Bentang Pustaka sebagai Seratus Tahun Kesunyian. Acara akan berlangsung di toko buku-cafe MP Book Point, Jl. Puri Mutiara Raya 72, Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Sabtu, 30 Juni 2007 Pukul 15.00 – 17.00 WIB Akan tampil sebagai pembicara: A.S. Laksana (cerpenis, instruktur penulisan kreatif, editor MediaKita) yang jauh sebelumnya pernah menerbitkan buku-buku karya para pemenang hadiah Nobel sastra. Moderator: Aurelia Tiara Widjanarko (penyair, managing editor sebuah majalah), si cantik dan pintar yang telah melahirkan sebuah antologi puisi Sub Rosa beberapa bulan lalu. Hadiri dan libatkan diri dalam diskusi hangat bersama seduhan teh Walini dari Gunung Mas dan cemilan sehat.
Dari sekitar…duapuluhan (?) halaman yang aku baca (I fell asleep, what can I do?), sebenarnya rasanya lumayan nikmat sih. Kaya deskripsi tapi tetap sederhana. Cuma, yang rada buat jiper, di halaman pertama edisi yang aku punya sudah langsung ada silsilah keluarga Buendia, karakter utama buku ini. Dan aku langsung membayangkan, wow, berarti aku bakal diceritain tentang hidupnya semmuuuuuaaa karakter ini? Oh.
Pada salah satu sesi informal tanya jawab pas di Jakarta School dulu, AS Laksana, tentang “One Hundred Years of Solitude”, sempat bilang kalau konsep kota imajiner Macondo dan keluarga yang mendiaminya ‘diambil’ dari cara Faulkner menggunakan Yoknapatawpha County.
Benar atau tidak, ya mungkin nanti bisa ditanyain langsung sama orangnya pas acara ya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
zenrs
Kalau konsep Macondo diadaptasi dari Faulkner, kalimat/paragraf pembuka One Hundred inspirasinya diambil dari Metamorfosis-nya Kafka.
Nah, paragraf/lead nya One Hundred, jadi insprasi untuk paragraf dan lead pertamanya Cantik itu Luka karya Eka Kurniawan. Kalau Marquez menulis ttg Macondo, Eka menulis kota bernama Halimunda.
June 27th, 2007 at 6:06 pm