You're here: My Writing Blogging » Kerlip Teenlit » Article: Meng-Airbrush Austen

Meng-Airbrush Austen

isyana — June 29, 2007 / 7:05 pm

Pernah melihat cover-cover majalah perempuan dan bertanya: kok bisa sih mukanya halus banget? Warna tan-nya sempurna? Pori-porinya tuh bisa setengah ketutup, setengah kebuka? Pokoknya terlihat semi porselen. Jawabannya, tentu, karena teknologi airbrush.

Nah, Barbara Ellen dari The Observer (atau The Guardian?) mencurigai teknologi airbrush ini juga digunakan dalam penampilan perempuan-perempuan penulis berkarakter unik seperti Beatrix Potter dan Jane Austen. Artikel lengkap Ellen bisa dibaca di sini.

Menurut Ellen, dua karakter tersebut tidak ditampilkan dengan ’semua’ kompleksitasnya, tapi ditampilkan sebagai karakter-karakter manis, cantik dan lebih mudah diterima oleh banyak orang. Tapi, walaupun artikel itu menyebutkan Nicole Kidman memerankan Virginia Woolf sebagai salah satu ‘kemenangan kecil’, aku cenderung berpikir sebaliknya. Setelah membaca A Writer’s Diary, aku mulai berpikir bahwa Kidman belum dapat menampilkan Woolf ’seutuhnya’.

Oke, memang “The Hours” hanya berlangsung beberapa jam, itu pun terbagi tiga segmen, nggak mungkin menampilkan Woolf seutuhnya dari lahir sampai bunuh dirinya. Tapi, seharusnya, dari potongan-potongan yang diberikan bisa menampilkan sebuah rasa keutuhan tentang karakter Woolf.

Aku belum menonton “Becoming Jane”, tapi…Jane Austen diperankan oleh Anne Hathaway? Oh. Membayangkannya saja sudah nggak tega. Dan, ‘pencantikan’ karakter dari buku ke film juga bukan pertama kali terjadi pada Austen atau warisan yang ditinggalkannya. Ingat ‘Pride & Prejudice’ versi Keira Knightley? Ini bukan sekedar Knightley yang berperan jadi Elizabeth Bennet yang ‘harusnya’ less pretty than Jane. Membaca ‘Pride & Prejudice’, aku tidak pernah membayangkan Lizzie akan sesering Knightley membuka-buka dan menonjol-nonjolkan bibirnya. Plus, dia memang berapi-api, tapi dia lebih sering bisa memunculkan sinisme yang dingin dan tenang. Dan Knightley mendapat nominasi Oscar untuk peran itu? Hhhhoooo. Ini lebih dari sekedar garam dan jeruk nipis di atas luka.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.

  1. Isyana

    Hey there. Hahaha salam kenal yah my long-lost twin (secara namanya sama). Becoming Jane lagi main yah di bioskop di Indo? Soalnya di bioskop di sini (Auckland) lagi main juga. Oh yea I completely feel you there on Anne Hathaway playing our Jane. I mean, Anne babe is wayyy too pretty man. Also, isn’t that why Jane Austen was named, well, Jane? Because she was plain (in the looks department that is)? Hahahaha oh Hollywood and its obsession with beauty. Makanya gue males nonton ini film satu although I’m a big Austen fan myself.

    July 6th, 2007 at 12:04 am

  2. isyana (penulis blog)

    duh, sampe kaget aku. tak pikir kok aku meninggalkan comment di blog-ku sendiri, heheh.

    ‘becoming jane’ belum main di sini kok. aku cuma nge-link artikelnya the guardian. tapi, hanya memikirkannya saja sudah membuatku….uurgghh.

    btw, isyana, aku udah ngeliat blog-mu lho. hmm, we’re the same age ternyata. awesome pic of northhead. and wow, you’re studying in a cool major. a dream major, in fact! :)

    July 6th, 2007 at 3:01 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • dedik — ikut..dong walau gaak menang
  • sayyid — ---UNTUK BUNG HUDAN, Blog ini bukan kepunyaan personal. Tapi, punyanya Asia Blogging Network. Yang mengelola saya sendiri. Salam kenal...
  • Herman Suryadi, S.Pd. — Bung Hudan Hidayat Aku lagi nyusun riwayat penyair - sastrawan kelahiran Bengkulu kotaku. Aku minta dikirimkan biodata/riwayat lengkap anda + ...
  • zulhaiban — iya ya, kenapa wartawan tidak mencantumkan gelarnya disusunan redaksi maupun ID Card wartawannya. Mungkin wartawan tidak ingin diketahui latarbelakangnya kali, ...
  • Sayyid fahmi alathas — Menanggapi buku esai nabi tanpa wahyu hudan hidayat. ...
  • hudan hidayat — iya isyana kamu di multiply juga ya? rame di sana kan. sastra memang untuk siapa saja tak ada patokan. maaf aku ...
  • DARIATI — mau donk ikutan LoMba, waLaupun Tidak Lesbian.... sTidaknYa kita berPartisipaSi sMa Tmen2 YaNg PuNya kElaiNan Seksual......
  • yuliana — houwwww, Q tertarik.... 1 hal Q tny.... yg m'adakan adl skul tinggi agama islam, bleh kah non-i juga ikut?
  • yulyanto — Mba ‘Is, Aku mohon ijin tautkan link URL-nya Mba ini ke blog saya (www.yulyanto.com) yach ????….. Tx-alotz
  • Sayyid fahmi alathas — Seni dalam kaijan ilmiah karya sastra ...