You're here: My Writing Blogging » Kerlip Teenlit » Article: Istri Sang Penjelajah Waktu

Istri Sang Penjelajah Waktu

isyana — July 17, 2007 / 6:00 pm

Sorry, girls. Or boys. Sepertinya aku harus memberi cap “16 tahun ke atas” untuk buku yang satu ini. Alasannya, apalagi kalau bukan isinya yang dewasa. Okelah, kalau hanya ’sekedar’ petualangan seksual, ada sumber-sumber lain memang yang lebih grafis dalam penggambarannya. Tapi alasan yang membuat buku ini adalah konsumsi 16 tahun ke atas lebih tentang kronologis dan anatomi sebuah kisah cinta dan hubungan serius dari mulai awal sampai akhirnya. Atau mungkin, lebih tepatnya, dari bagian tengah, ke awal, ke akhir, ke tengah, maju sedikit, dan sampai di titik selesai, walaupun sebenarnya bukan akhir cerita.

Bingung?

Ya, namanya juga tentang penjelajahan waktu. Waktu, buat Henry DeTamble bukanlah sesuatu yang linier. Henry memiliki sebuah kemampuan atau kecacatan yang memungkinkannya untuk maju dan mundur pada masa hidupnya sendiri. Sebagian besar cerita ini memang berfokus pada kisah cinta antara Henry DeTamble dan Clare Abshire, kekasih dan, kemudian, istrinya.

Mungkin aku memang tidak membaca sebanyak seperti yang seharusnya, tapi aku jarang menemukan sebuah buku yang bercerita tentang kisah cinta sepasang orang dewasa di masa modern. Lewat film, aku bisa menemukan “Eternal Sunshine of the Spotless Mind”, yang beberapa elemennya mengingatkanku akan buku ini. Mungkin strukturnya ya. Atau film “Punch-Drunk Love”, itu juga menurutku kisah cinta zaman modern.

Henry dan Clare, menurutku, adalah pasangan muda yang cool. Sangat sadar akan produk-produk budaya yang merupakan buah pemikiran zamannya. Karakter mereka tak lepas dari musik punk, pemikiran-pemikiran anti kapitalisme khas usia duapuluhan, tapi mereka juga nggak lupa sama buku-buku dan puisi-puisi ‘klasik’. Profesi Henry adalah seorang pustakawan yang begiiitu mencintai buku. Jadi nggak heran, di sana-sini referensi buku-bukunya cukup bertebaran.

Selain itu, Gomez dan Charisse, sahabat pasangan ini juga jadi rekan-rekan yang sepadan buat keartistikan Clare dan Henry. Malam-malam kumpul bareng yang mereka lakukan pun terlihat sangat menyenangkan. Sangat khas usia mereka.

Adegan-adegan yang ditampilkan oleh Niffenegger juga cukup filmis dan detil. Dan, sekarang, buku best-seller mana sih yang nggak dibuat film? Versi film buku ini pun sudah dalam tahap pra produksi (kalau menurut imbd.com), yang terpilih berperan sebagai Clare adalah Rachel McAdams yang jadi Sabrina di “Mean Girls” dan Eric Bana akan berperan sebagai Henry.

Pemilihan Rachel sebagai Clare aku rasa sih cukup pas. Ini aktris yang pada usia 28 bisa memerankan seorang teenager berusia 16 dan bisa berbalik jadi seorang perempuan yang sangat manis dan menyenangkan di “Wedding Crashers”. Di bukunya, Clare memang ditampilkan dalam jangkauan usia yang lebih beragam dibanding Henry. Clare, di buku, juga yah digambarkan sebagai love interest yang ’sempurna’ gitu. Manis, ramah, cantik. Di “The Notebook” juga dia tampil lumayan meyakinkan sebagai perempuan yang patut dikejar dan diharap-harapkan cintanya setelah berapa tahun nggak ada kontak. Tapi oke, kayaknya harus bersabar sampai 2008 untuk menunggu filmnya keluar.

Btw, ada kabar katanya edisi Indonesia buku ini sempat habis cetak dalam jangka waktu seminggu. Benarkah?

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • dedik — ikut..dong walau gaak menang
  • sayyid — ---UNTUK BUNG HUDAN, Blog ini bukan kepunyaan personal. Tapi, punyanya Asia Blogging Network. Yang mengelola saya sendiri. Salam kenal...
  • Herman Suryadi, S.Pd. — Bung Hudan Hidayat Aku lagi nyusun riwayat penyair - sastrawan kelahiran Bengkulu kotaku. Aku minta dikirimkan biodata/riwayat lengkap anda + ...
  • zulhaiban — iya ya, kenapa wartawan tidak mencantumkan gelarnya disusunan redaksi maupun ID Card wartawannya. Mungkin wartawan tidak ingin diketahui latarbelakangnya kali, ...
  • Sayyid fahmi alathas — Menanggapi buku esai nabi tanpa wahyu hudan hidayat. ...
  • hudan hidayat — iya isyana kamu di multiply juga ya? rame di sana kan. sastra memang untuk siapa saja tak ada patokan. maaf aku ...
  • DARIATI — mau donk ikutan LoMba, waLaupun Tidak Lesbian.... sTidaknYa kita berPartisipaSi sMa Tmen2 YaNg PuNya kElaiNan Seksual......
  • yuliana — houwwww, Q tertarik.... 1 hal Q tny.... yg m'adakan adl skul tinggi agama islam, bleh kah non-i juga ikut?
  • yulyanto — Mba ‘Is, Aku mohon ijin tautkan link URL-nya Mba ini ke blog saya (www.yulyanto.com) yach ????….. Tx-alotz
  • Sayyid fahmi alathas — Seni dalam kaijan ilmiah karya sastra ...