You're here: My Writing Blogging » Kerlip Teenlit » Article: Komik Agatha Christie
Penerbit HarperCollins ternyata punya rencana untuk menerbitkan ulang delapan karya Agatha Christie, “Murder in the Orient Express” salah satunya, dalam bentuk komik. Tujuannya untuk menarik minat audiens baru penggemar karya-karya Agatha Christie.
Tapi, Ned Beauman dari blog buku The Guardian menuding langkah ini sia-sia saja karena tidak ada makna baru yang ditambahkan dalam proses adaptasi buku ke buku ini. Menurutnya:
The best comics are nearly always the ones that tell a story that could not have been adequately told in any other medium. Straight adaptations are excluded by definition. What’s far more interesting is something like Alan Moore’s second volume of The League of Extraordinary Gentlemen, a sort of lunatic conspiracy theorist’s view of The War of the Worlds, or Neil Gaiman’s award-winning issue of Sandman in which a performance of A Midsummer Night’s Dream is taken over by real imps and fairies. They’re not replacements for the originals, they’re irreverent tributes.
(Btw, ini ketiga kalinya aku mendapati nama ‘Neil Gaiman’ disebut dalam seminggu terakhir. Pertama dari rekomendasi Goodreads seorang teman, lalu profilnya di Koran Tempo dan terakhir di blog entry dari Ned Beauman ini. Hmm, harus mengunjungi Kino sepertinya untuk mencari-cari seperti apa sih novel grafisnya…)
Buat yang penasaran dengan “Pembunuhan di Orient Express” dijadikan komik, ya harap bersabar. Tapi buat mereka yang lebih memilih versi teksnya, Gramedia ternyata tengah mencetak ulang dan mengganti desain sampul karya-karya Agatha Christie. Selain “Poirot’s Early Cases”, aku sempat melihat judul-judul lain yang sudah diberi sampul baru seperti, “Misteri di Styles” dan “Skandal Perjamuan Natal”.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.