You're here: My Writing Blogging » Kerlip Teenlit » Article: Menonton Buku

Menonton Buku

isyana — August 31, 2007 / 3:24 am

Ada dua transisi buku ke film yang ingin aku tonton. “The Nanny Diaries”, pertama, dengan karakter Nanny diperankan oleh Scarlett Johansson dan “Atonement”, yang kedua, dengan Keira Knightley sebagai salah satu karakter utamanya, Cecilia.

“Atonement” yang diangkat dari buku karya Ian McEwan (sudah ada dalam daftar ‘to-read’ sejak setahun terakhir. Tapi kok ya dengan masa produksi sebuah film yang cukup lama, ternyata sampai sekarang belum juga membacanya..) jadi pembuka di Venice Film Festival, Rabu (29/8) lalu. The Guardian memberi adaptasi film ini penilaian yang cukup bagus. Sutradaranya, Joe Wright, adalah sutradara “Pride and Prejudice” yang dibintangi juga oleh Keira Knightley sebagai Elizabeth Bennett. Duh, padahal aku tidak terlalu suka versi itu karena Knightley yang kurang cocok sebagai Lizzie, tapi aku juga tetap penasaran melihat “Atonement” ini.

“The Nanny Diaries”, yang disutradarai oleh duo pembuat “American Splendor” Shari Springer Berman dan Robert Pulcini, ternyata hanya mendapat penilaian yang yaah sekadar cukup. Aku masih tetap penasaran sih, walaupun pengharapannya jadi tidak terlampau tinggi.

Bukunya sendiri, aku ingat membacanya sekitar 2004, tak benar-benar terasa sebagai sebuah karya fiksi. Lebih seperti yaa…catatan harian perempuan muda yang bekerja dengan bos yang sama sekali tidak simpatik. (Hmm…kenapa jadi mengingatkan dengan “The Devil Wears Prada” ya? Perempuan muda, cerdas, lulus kuliah, harus bekerja dengan atasan yang menyulitkan dengan tanggung jawab tanpa batas, masuk ke dunia yang bukan dunianya, seorang outsider, di New York…). Yang aku ingat, gaya penulisannya dingin tapi sebenarnya penuh kemarahan. Katanya sih ini kumpulan cerita-cerita dari ibu-ibu kaya yang pernah mempekerjakan penulisnya, Nicola Kraus dan Emma McLaughlin, sebagai pengasuh anak. Jika benar, buku ini bisa jadi sebuah cara balas dendam yang manis, hehe.

Tapi, yang paling aku ingat, adalah pada bagian akhir, Nanny jadi benar-benar peduli akan apa yang mungkin terjadi pada Grayer. Ia tak lagi memikirkan perasaan dendamnya atas perlakuan yang diterimanya dari Mrs X, kepentingan Grayer-lah yang jadi prioritas. Kalau benar ini adalah kumpulan cerita nyata, bukan tak mungkin anak-anak kaya di Park Avenue itu mendapat perlakuan berbeda kan?

Duh, jadi merinding.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ee lu — bego lu
  • aldit — iya penjelasan ini di butuhkan kalau bisa penjelasan nya harus lengkap
  • Memahami puisi — Artikel pendidikan yang sangat menarik ,,,,,
  • chocovanilla — Saya juga sedang membaca karya PAT tetralogi Buru, saat ini dah buku ketiga "Jejak Langkah". Cuma masih bingung arti kata ...
  • anabalqis — Salam. Saya mencari sahabat saya dari jakarta, saudara akidah gaizillah. Adakah saudara mengenal atau tau alamat emailnya? Akidah seorang penulis ...
  • ibnu junjunan — tolong kasi tau duwnk 3 arti satra menurut para ahli
  • cintya — ada lomba lg g ,,klo ada tlg d kabarin ke email q y di>>>cintya.annisa@yahoo.com....trim's
  • Liana — Beli dvd Rosemary's baby di mana ya?
  • Liana — Beli novel Rosemary's baby di mana ya?
  • isawati — Sosok Wiji Thukul memang unik, nyentrik dan menarik. Jarang seorang penyair yang puisinya begitu terkenal melebihi dirinya sendiri. Jika kita ...