You're here: My Writing Blogging » Kerlip Teenlit » Article: Buku dan Ilustrasi
Sebuah pengakuan. Aku belum menyelesaikan “The Life of Pi” karya Yann Martel sejak dua tahun lalu. Alasannya, karena nggak tega meneruskan membaca deskripsi hal-hal yang dilakukan Richard Parker di sekoci terhadap hewan-hewan lainnya. Adegan yang digambarkan Martel lewat penulisannya terasa begitu hidup, rasanya tidak beda dengan menonton acara-acara di saluran National Geographic atau Discovery. Membuatku bergidik. Benar-benar nggak tega deh membacanya.
Tapi, ternyata ada seorang seniman asal Kroasia, Tomislav Torjanac namanya yang memberikan ilustrasi untuk edisi khusus “Life of Pi” dengan cat minyak. Katanya situs harian The Guardian, penggunaan warna yang dipilih Torjanac, simbol dan perspektifnya menunjukkan sudut pandang baru dari fabel karya Martel. Lukisan ini dibuat dari sudut pandang si narator. Ilustrasi lengkapnya, ada di sini.
Selain itu, ada yang merasa tak asing mendengar nama Quentin Blake?
Karya ilustrator ini sangat identik dengan buku anak-anak penulis Roald Dahl, yang 13 September lalu berulangtahun ke-91 (btw, apakah masih bisa disebut ulang tahun ketika kita tidak lagi hidup untuk memperingatinya?). Buatku, ilustrasi Blake adalah bagian tak terpisahkan dari membaca buku-buku karya Dahl. Matilda, Willy Wonka, BFG, penyihir-penyihir di The Witches; semuanya jadi lebih hidup dengan ilustrasi Blake.
Ilustrasi Blake bukan sesuatu yang hanya dinikmati sambil lalu, hanya sekedar membantu menjelaskan cerita atau karakter. Bisa sebenarnya kalau mau dinikmati sambil lalu, cuma sayang. Terlalu penuh karakter dan detil dan mood untuk dilewatkan begitu saja. Membaca buku-buku Dahl juga berarti mengamati setiap garis dan warna dan ekspresi wajah tokoh-tokohnya lewat ilustrasi yang dikerjakan Quentin Blake. Tapi ternyata Dahl bukan satu-satunya penulis yang bukunya diberi ilustrasi oleh Blake. (Pernah, satu kali aku melihat sebuah buku dengan ilustrasi karya Blake, dan reaksi pertama yang muncul adalah: “Lho, ini buku Roald Dahl yang mana? Kok nggak pernah denger sih?” Ternyata memang bukan karyanya Dahl).
Tapi bagaimana sosok Blake sebenarnya? Dan di mana saja karyanya ditemukan? Stuart Jeffries dari The Guardian sempat mewawancarai Blake. Lengkapnya ada di sini.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.