You're here: My Writing Blogging » Kerlip Teenlit » Article: Buku dan Ilustrasi

Buku dan Ilustrasi

isyana — October 1, 2007 / 2:39 am

Sebuah pengakuan. Aku belum menyelesaikan “The Life of Pi” karya Yann Martel sejak dua tahun lalu. Alasannya, karena nggak tega meneruskan membaca deskripsi hal-hal yang dilakukan Richard Parker di sekoci terhadap hewan-hewan lainnya. Adegan yang digambarkan Martel lewat penulisannya terasa begitu hidup, rasanya tidak beda dengan menonton acara-acara di saluran National Geographic atau Discovery. Membuatku bergidik. Benar-benar nggak tega deh membacanya.

Tapi, ternyata ada seorang seniman asal Kroasia, Tomislav Torjanac namanya yang memberikan ilustrasi untuk edisi khusus “Life of Pi” dengan cat minyak. Katanya situs harian The Guardian, penggunaan warna yang dipilih Torjanac, simbol dan perspektifnya menunjukkan sudut pandang baru dari fabel karya Martel. Lukisan ini dibuat dari sudut pandang si narator. Ilustrasi lengkapnya, ada di sini.

Selain itu, ada yang merasa tak asing mendengar nama Quentin Blake?

Karya ilustrator ini sangat identik dengan buku anak-anak penulis Roald Dahl, yang 13 September lalu berulangtahun ke-91 (btw, apakah masih bisa disebut ulang tahun ketika kita tidak lagi hidup untuk memperingatinya?). Buatku, ilustrasi Blake adalah bagian tak terpisahkan dari membaca buku-buku karya Dahl. Matilda, Willy Wonka, BFG, penyihir-penyihir di The Witches; semuanya jadi lebih hidup dengan ilustrasi Blake.

Ilustrasi Blake bukan sesuatu yang hanya dinikmati sambil lalu, hanya sekedar membantu menjelaskan cerita atau karakter. Bisa sebenarnya kalau mau dinikmati sambil lalu, cuma sayang. Terlalu penuh karakter dan detil dan mood untuk dilewatkan begitu saja. Membaca buku-buku Dahl juga berarti mengamati setiap garis dan warna dan ekspresi wajah tokoh-tokohnya lewat ilustrasi yang dikerjakan Quentin Blake. Tapi ternyata Dahl bukan satu-satunya penulis yang bukunya diberi ilustrasi oleh Blake. (Pernah, satu kali aku melihat sebuah buku dengan ilustrasi karya Blake, dan reaksi pertama yang muncul adalah: “Lho, ini buku Roald Dahl yang mana? Kok nggak pernah denger sih?” Ternyata memang bukan karyanya Dahl).

Tapi bagaimana sosok Blake sebenarnya? Dan di mana saja karyanya ditemukan? Stuart Jeffries dari The Guardian sempat mewawancarai Blake. Lengkapnya ada di sini.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Prof. Haris Prima — anjinnggg.,.lho emg pintar..salutt
  • petrus adi utomo — cicipi maduku bila kau belajar hidup datanglah pada duri rasakan cicipi onaknya naik ke gunung rasakan penatnya daki baru nikmati sehatmu ringanmu ketika menjejaki hidup ...
  • ade — buat BUMI : Kalau anda memang tau kisah pribadi Andrea Hirata dari sumber langsung (tdk melalui orang lain apalagi media ...
  • enny — ass... annida kalo ada lomba lagi kasih tahu lewat email ku yaw!!! syukron
  • nyoek — ide yang bagus capa tau bisa menang, bisa buat beli kerupuk tuh! kalo perlu lombanya ditambah biar lebih seruuuuuuuuuuu!
  • Andi Zulkifli — Hai, salam kenal
  • sati — aku mau tanya kalo mau ikut lombanya gimana? kalo bisa bales ke emailku yaaaaa....
  • aisha — aku belum sempet baca bukunya, tapi ada talkshow mengenai novel ini di kampus jadi lagi cari info tentang novel ini...^^ mungkin ...
  • Cherry Cooper — hi5dgsrn3enoz6r8
  • Janie Wilder — mt0nhiz3sz9hv9ai