You're here: My Writing Blogging » Kerlip Teenlit » Article: Berjalan ke Asia Tenggara

Berjalan ke Asia Tenggara

isyana — December 21, 2007 / 7:36 pm

Seberapa muda sebenarnya seseorang bisa mulai melakukan sebuah perjalanan? Maksudnya, perjalanan ke luar kota yang sifatnya liburan.

Aku pernah mendengar cerita tentang anak-anak, bayi-bayi bahkan, yang dibawa orangtuanya berlibur sampai ke Amerika hanya untuk tak punya kenangan sama sekali tentang liburan besar (dan mahal) itu. Aku pernah dibawa ke Bali dan beberapa obyek wisata terkenalnya sekitar usia 5 atau 6 tahun. Hasilnya pun kurang lebih sama. Ketika datang ke tempat itu lagi, aku hanya memiliki memori tersamar pernah datang ke situ, tapi tak ada sesuatu yang terasa khusus.

Dengan pilihan yang sadar, aku membeli Lonely Planet’s Southeast Asia on a Shoestring. Sudah sejak setahun aku membayangkan melakukan sebuah perjalanan mengitari Asia Tenggara, minus Phillipina (karena harus melakukan loncatan udara yang agak jauh), tapi tak pernah benar-benar tahu ke mana aku ingin pergi dan tempat apa yang paling ingin aku kunjungi. Apakah kebutuhan melakukan perjalanan sendiri datang seiring usia tertentu, saat kita memutuskan dan merasa sudah (akan) jadi orang dewasa?

Membeli buku ini adalah sebuah pilihan sadar karena tiba-tiba aku merasa butuh melakukan suatu perjalanan yang aku tentukan sendiri tujuan dan lamanya.

L(onely) P(lanet) adalah penerbit yang memang mengkhususkan pada buku-buku petunjuk perjalanan buat mereka yang memiliki anggaran terbatas. Mulai dari sejarah sebuah negara, budaya, satuan mata uang, tempat-tempat yang menarik dikunjungi, sampai hotel (murah) dan tempat makan (juga murah), semuanya lengkap disebutkan. LP ibarat kitab suci bagi para pejalan berkantong cekak.

Indonesia, memang punya banyak tempat tujuan wisata yang sifatnya masih off the beaten track untuk dikunjungi. Tapi dengan buku ini, aku jadi bisa menentukan salah satu masukan dalam daftar “Hal Yang Akan Aku Lakukan 2008″: melakukan perjalanan (murah) ke Laos, Vietnam dan Kamboja.

Jadi, Vientiane, Luang Prabang, Hanoi, Halong Bay, Saigon, Phnom Penh, Siem Reap, Angkor Wat….tunggu aku ya. Duh, jadi tidak sabar melakukan perjalanan lintas negara ini.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • dedik — ikut..dong walau gaak menang
  • sayyid — ---UNTUK BUNG HUDAN, Blog ini bukan kepunyaan personal. Tapi, punyanya Asia Blogging Network. Yang mengelola saya sendiri. Salam kenal...
  • Herman Suryadi, S.Pd. — Bung Hudan Hidayat Aku lagi nyusun riwayat penyair - sastrawan kelahiran Bengkulu kotaku. Aku minta dikirimkan biodata/riwayat lengkap anda + ...
  • zulhaiban — iya ya, kenapa wartawan tidak mencantumkan gelarnya disusunan redaksi maupun ID Card wartawannya. Mungkin wartawan tidak ingin diketahui latarbelakangnya kali, ...
  • Sayyid fahmi alathas — Menanggapi buku esai nabi tanpa wahyu hudan hidayat. ...
  • hudan hidayat — iya isyana kamu di multiply juga ya? rame di sana kan. sastra memang untuk siapa saja tak ada patokan. maaf aku ...
  • DARIATI — mau donk ikutan LoMba, waLaupun Tidak Lesbian.... sTidaknYa kita berPartisipaSi sMa Tmen2 YaNg PuNya kElaiNan Seksual......
  • yuliana — houwwww, Q tertarik.... 1 hal Q tny.... yg m'adakan adl skul tinggi agama islam, bleh kah non-i juga ikut?
  • yulyanto — Mba ‘Is, Aku mohon ijin tautkan link URL-nya Mba ini ke blog saya (www.yulyanto.com) yach ????….. Tx-alotz
  • Sayyid fahmi alathas — Seni dalam kaijan ilmiah karya sastra ...