You're here: My Writing Blogging » Kerlip Teenlit » Article: Daisy Miller (Henry James)

Daisy Miller (Henry James)

isyana — August 7, 2008 / 1:45 pm

When I’m on a roll, I’m on a roll.

Maka, satu Henry James selesai, lanjutkan dengan Henry James yang lain. Begitu terus. Setidaknya sampai aku bosan.

‘Daisy Miller’ ternyata lebih pendek dari ‘Washington Square’. Jika James dibilang dekat dengan format novella atau novel pendek, maka ‘Daisy Miller’ adalah bukti kedekatan itu.

Dan ‘Daisy Miller’ menampilkan semua elemen yang khas James. Perempuan muda Amerika di dataran Eropa, pertentangan nilai yang terjadi antara dua dunia itu, dan kelompok sosial ekspat Amerika di negara-negara Eropa.

Daisy Miller sebagai seorang karakter ada di skala kepribadian yang berlawanan dengan Catherine Sloper. Catherine is dull, pemalu, tak cantik, tak punya selera dan tak bisa bersosialisasi. Tapi Daisy, whew!

Cantik, tahu caranya berpakaian yang bisa membuat orang berimajinasi, bisa bersosialisasi, atau malah terlalu tahu sampai-sampai ia mendapat cap seorang flirt.

Ceritanya berawal dari deretan resort dan hotel mewah di Swiss yang sering jadi tempat tujuan berlibur orang-orang kaya Amerika. Dan karya-karya James ternyata bisa juga dilihat dari sudut pandang travel writing. Beberapa paragraf awal ‘Daisy Miller’ dan cara James menggambarkan kondisi Vevey, Swiss, bisa jadi salah satu contoh terbaik penulisan perjalanan.

Daisy Miller yang cantik bertemu seorang Winterbourne. Dan berbicara. Padahal di masa ini, seorang pemuda, sebelum diperkenalkan secara resmi, tak boleh berbicara langsung dengan seorang perempuan yang belum menikah. Tapi Daisy seperti tak pernah mendengar aturan itu.

Dan dia berbicara dengan Winterbourne. Bahkan bepergian berdua mengunjungi sebuah kastil.

Pertemuan keduanya baru terjadi lagi di Italia, saat Daisy sudah mendapatkan sebuah reputasi.

Ah, reputasi.

Kenapa kata itu selalu punya makna yang lebih berat untuk perempuan-perempuan muda?

Daisy Miller, pada awalnya buat saya, bukanlah karakter yang ‘likeable’. Dia tampaknya manipulatif, pura-pura polos dan acuh pada peraturan sosial. Ia yakin tak melakukan sesuatu yang salah.

Tapi seperti ‘Washington Square’, apa yang kita, atau aku, rasakan terhadap karakternya sebagian besar ditentukan oleh kata-kata lingkungan sosial si karakter ini tentang dirinya. Jadi ketika lingkungan sosial Daisy mengecapnya sebagai seorang flirt atau perempuan bereputasi buruk, aku jadi ikut berpikir seperti itu.

Jika kesimpulan tentang Daisy itu benar, maka apa artinya menjadi diri sendiri dan terbebas dari norma sosial?

Daisy, yang memang seorang flirt, adalah tipe yang membebaskan diri dari ikatan sosial. Tidakkah aku ’seharusnya’ mengagumi caranya berpihak pada dirinya sendiri? Atas kemampuannya membuat dirinya bahagia atau untuk memilih yang membuat dirinya bahagia?

What it means to be a girl has never been told more simple, yet layered, and shorter than this.

Jika ada yang tertarik mengenal James, mulailah dengan ‘Daisy Miller’.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • dedik — ikut..dong walau gaak menang
  • sayyid — ---UNTUK BUNG HUDAN, Blog ini bukan kepunyaan personal. Tapi, punyanya Asia Blogging Network. Yang mengelola saya sendiri. Salam kenal...
  • Herman Suryadi, S.Pd. — Bung Hudan Hidayat Aku lagi nyusun riwayat penyair - sastrawan kelahiran Bengkulu kotaku. Aku minta dikirimkan biodata/riwayat lengkap anda + ...
  • zulhaiban — iya ya, kenapa wartawan tidak mencantumkan gelarnya disusunan redaksi maupun ID Card wartawannya. Mungkin wartawan tidak ingin diketahui latarbelakangnya kali, ...
  • Sayyid fahmi alathas — Menanggapi buku esai nabi tanpa wahyu hudan hidayat. ...
  • hudan hidayat — iya isyana kamu di multiply juga ya? rame di sana kan. sastra memang untuk siapa saja tak ada patokan. maaf aku ...
  • DARIATI — mau donk ikutan LoMba, waLaupun Tidak Lesbian.... sTidaknYa kita berPartisipaSi sMa Tmen2 YaNg PuNya kElaiNan Seksual......
  • yuliana — houwwww, Q tertarik.... 1 hal Q tny.... yg m'adakan adl skul tinggi agama islam, bleh kah non-i juga ikut?
  • yulyanto — Mba ‘Is, Aku mohon ijin tautkan link URL-nya Mba ini ke blog saya (www.yulyanto.com) yach ????….. Tx-alotz
  • Sayyid fahmi alathas — Seni dalam kaijan ilmiah karya sastra ...