You're here: My Writing Blogging » Kerlip Teenlit » Article: Sejarawan Oral dan Makan Pagi di Tiffany’s
Saat sedang menonton The Daily Show with John Stewart di CNN Sabtu lalu, news-ticker di bagian bawah layar televisi terus-terusan memunculkan berita kecil ini: Studs Terkel Dies at 96. Selanjutnya, berita-berita di layanan wire dan berbagai koran Amerika juga memunculkan berita itu.
Ini baru pertama kali aku dengar namanya. Tapi titel yang paling sering muncul berbarengan dengan nama Terkel adalah oral historian (sejarawan oral). Alasannya, ia menyoroti berbagai kejadian bersejarah pada abad 20 di Amerika Serikat lewat pengalaman dan observasi orang-orang ‘biasa’ yang tak pernah didengar suaranya. Ia mewawancarai orang-orang itu dalam program radionya. Pulitzer Prize yang ia menangkan untuk buku ‘The Good War’ adalah sebuah catatan sejarah berbasis pengalaman orang ‘biasa’ tentang Perang Dunia II.
Mungkin kematian Terkel jadi penting karena ia adalah orang yang bisa meyakinkan orang lain bahwa sejarah bukan hanya tentang sudut pandang atau kejadian yang dialami para pemimpin, tapi juga oleh wajah-wajah di tengah kerumunan.
Dan, jika ’serial’ Twilight (yang tinggal menunggu detik-detik peluncuran filmnya) masih belum cukup menyita seluruh waktumu membaca, maka USA Today merekomendasikan empat judul buku baru untuk Young Adult. Salah satunya adalah ‘The Hunger Games’ dari Suzanne Collins.
Ceritanya, dari ringkasan yang diberikan, aku membayangkan ini agak-agak mirip film ‘Battle Royale’, cuma dicampur dengan plot reality-TV dan sedikit bumbu politik. Oleh Collins, buku ini direncanakan juga menjadi sebuah trilogi.
Hmm…aku belum membaca ‘For Whom the Bell Tolls’-nya Hemingway. Tapi ini ada tulisan menarik tentang pengaruh karakter utama novel itu, Robert Jordan, yang menjadi karakter favorit kandidat calon Presiden AS, Barack Obama dan John McCain.
Di sisi yang lebih ‘ringan’, selamat ulang tahun ke-50 untuk penerbitan novella ‘Breakfast at Tiffany’s’! Ini waktu yang tepat untuk mulai membaca karya fiksi Truman Capote itu sepertinya, setelah terlalu ‘terbiasa’ dengan versi romantis filmnya. Hasilnya, nanti aku laporkan di sini.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
eve
Hi there!
Aku penggemar tulisan-tulisan Isyana lho. Aku baru juga meresensi “Breakfast at Tiffany’s” di blog sampinganku. Luar biasa sekali tokoh Holly Golightly itu. Selamat membaca dan aku nantikan tulisan tentang “Breakfast at Tiffany’s” di blog ini :-)
November 3rd, 2008 at 3:02 pm
Daus
Menarik nih soal oral historian ini. Sebenarnya jadi mirip laporan jurnalistik sejarah sih ya, tapi dari kaca mata orang biasa.
November 3rd, 2008 at 6:58 pm