You're here: My Writing Blogging » Kerlip Teenlit » Article: Oxford, Mississippi

Oxford, Mississippi

isyana — November 4, 2008 / 7:24 am

Di National Geographic edisi Maret 1989, ada artikel berjudul Faulkner’s Mississippi. Ini adalah tulisan tentang kota tempat tinggal William Cuthbert Faulkner di Oxford, Mississippi dan jejak kota itu dalam berbagai karya fiksinya.

Faulkner adalah tipe penulis yang dikenal sering menggunakan lokalitas atau lingkungan tempat ia tinggal sebagai latar dalam karya-karyanya. Sebagai pembaca, aku baru berkenalan dengan karya Faulkner lewat A Rose for Emily, sebuah cerita pendek bernada gothic. Sisanya, aku mencoba membaca paragraf pertama Absalom, Absalom yang entah kenapa sulit ditembus.

Mungkin karena Faulkner menggambarkan sebuah lanskap alam atau kota yang sama sekali asing. Atau mungkin ia adalah tipe penulis yang butuh jam terbang tertentu sebagai seorang pembaca untuk mengenalnya. Atau, Faulkner butuh didekati dari cara yang tidak langsung.

Mengenali Mississippi dari mata Faulkner adalah salah satu trik yang aku harap bisa membantuku menembus buku-bukunya. Dan juga menarik untuk melihat bagaimana sosok dan keseharian Faulkner sebagai seorang penduduk Oxford.

Daerah selatan Amerika sepertinya memang punya norma kesopanan tersendiri. Dari menyapa semua orang dengan Mister atau Ma’am, yang muda menghormati yang tua, ikatan kekeluargaan yang masih dijunjung kuat, saling berbasa-basi atau menyapa ketika bertemu di jalan, sampai kultur menjamu atau mengundang orang bertamu yang masih dianggap kewajiban.

Faulkner pun tak luput dari kebiasaan lingkungannya. Wali Kota Oxford saat artikel itu ditulis, John Leslie, mengingat ia pernah diundang oleh Faulkner—Mr Bill—untuk duduk sebentar di pekarangan rumah setelah mengantarkan obat. Mereka lalu akan berbicara tentang apa-apa saja yang terjadi di dalam kota.

Gambaran yang buatku terasa familiar.

Oxford, Mississippi yang digambarkan Willie Morris, si penulis yang memprofilkan Faulkner di NG itu, jadi seperti tak jauh berbeda dengan Maycomb, Alabama yang digambarkan Harper Lee di novel To Kill a Mockingbird.

Ada juga cerita tentang reputasi Faulkner di kota itu yang ternyata tak ‘sebanding’ dengan reputasi dia di dunia sastra. Anak-anak dari generasi yang lebih muda menganggap Faulkner hanya seorang tua yang suka mabuk dan tak layak dianggap serius. Sekadar lelaki tua eksentrik yang menulis hal-hal ‘aneh’.

Oleh kawan-kawan ibunya, Faulkner juga dianggap tak lebih baik. Sampai-sampai ketika ibu Faulkner disindir oleh teman-teman main kartunya, ia membela Faulkner tapi tak pernah kembali lagi ke acara bermain kartu sore hari itu.

Tapi Faulkner, menurut Morris,banyak menggunakan deskripsi kota dan ikon-ikon dan orang-orangnya dan beragam kelas sosial di Oxford, Mississippi dalam novel-novelnya. Artikel itu bukan hanya bercerita tentang penugasan Morris di situ untuk mencari jejak Faulkner, tapi juga tentang orang-orang (penerjemah, produser film, penulis, professor sastra) dari berbagai belahan dunia yang datang dan mengenali elemen-elemen Oxford dalam beragam karya Faulkner. The Sound and the Fury termasuk salah satu karya Faulkner yang kental elemen Oxford-nya.

Betapa gembiranya mereka, para pembaca Faulkner itu, ketika melihat gereja atau sungai seperti yang digambarkan dalam karya-karya dia atau melihat rumah tempat Faulkner tinggal.

Dan di situ baru aku sadar, apakah kita punya sesuatu yang bernada se-‘memuja’ ini untuk penulis Indonesia? Sebuah tulisan yang mendeskripsikan bagaimana postur tubuh si penulis, caranya berjalan, berbicara, kelakuan sehari-harinya, seperti apa bau tubuhnya, bagaimana dia bekerja. Atau bagaimana anak dan saudara dan tetangga mengingatnya. Yang lebih penting sebenarnya adalah siapakah penulis Indonesia yang punya sense kuat akan kota tempat ia tinggal dan memasukkannya secara gamblang ke karya-karya dia?

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ee lu — bego lu
  • aldit — iya penjelasan ini di butuhkan kalau bisa penjelasan nya harus lengkap
  • Memahami puisi — Artikel pendidikan yang sangat menarik ,,,,,
  • chocovanilla — Saya juga sedang membaca karya PAT tetralogi Buru, saat ini dah buku ketiga "Jejak Langkah". Cuma masih bingung arti kata ...
  • anabalqis — Salam. Saya mencari sahabat saya dari jakarta, saudara akidah gaizillah. Adakah saudara mengenal atau tau alamat emailnya? Akidah seorang penulis ...
  • ibnu junjunan — tolong kasi tau duwnk 3 arti satra menurut para ahli
  • cintya — ada lomba lg g ,,klo ada tlg d kabarin ke email q y di>>>cintya.annisa@yahoo.com....trim's
  • Liana — Beli dvd Rosemary's baby di mana ya?
  • Liana — Beli novel Rosemary's baby di mana ya?
  • isawati — Sosok Wiji Thukul memang unik, nyentrik dan menarik. Jarang seorang penyair yang puisinya begitu terkenal melebihi dirinya sendiri. Jika kita ...