You're here: My Writing Blogging » Kerlip Teenlit » Resensi
Gramedia Pustaka Utama menerbitkan satu lagi novel grafis Marjane Satrapi setelah Embroideries (Bordir). Judulnya Chicken with Plums (Ayam dengan Plum). Fokus ceritanya adalah seorang musisi tar (alat musik Iran yang, berdasarkan gambaran Satrapi, bentuknya seperti biola dengan tangkai panjang) yang juga ayah salah satu bibi Satrapi. Tampaknya sumber ide terbesar Satrapi adalah lingkaran keluarganya yang [...]
Ada sesuatu yang menarik dari dinamika sebuah kelompok pertemanan. Karakter yang berbeda-beda, interaksi dan konflik yang terjadi di dalam lingkaran pertemanan itu, ‘kekuatan’ atau kesan yang dimunculkan kelompok itu pada lingkungan di sekitarnya, adalah beberapa dari ‘sesuatu’ itu. Tapi mungkin yang paling menarik adalah cerita tentang usaha seorang tokoh untuk tergabung dalam sebuah kelompok. Untuk diterima, [...]
When I’m on a roll, I’m on a roll. Maka, satu Henry James selesai, lanjutkan dengan Henry James yang lain. Begitu terus. Setidaknya sampai aku bosan. ‘Daisy Miller’ ternyata lebih pendek dari ‘Washington Square’. Jika James dibilang dekat dengan format novella atau novel pendek, maka ‘Daisy Miller’ adalah bukti kedekatan itu. Dan ‘Daisy Miller’ menampilkan semua elemen yang [...]
Tahu nggak toko buku bekas di Pasar Festival itu? Bukan, bukan yang di lantai dasar dekat Hartz Chicken Buffet. Yang di dalam, di dekat food court, tempat jual DVD bajakan? Kebanyakan sih memang jualannya majalah bekas. Asalnya agak luas tokonya, tapi terakhir ke sana dua, tiga minggu lalu, sekarang cuma setengahnya yang jual buku dan majalah. Setengahnya [...]
“What is this, a Henry James novel? The young lady acts up, and her family ships her off to Europe?” (Rory Gilmore) “TO paraphrase Henry James: It’s a complex fate, being an American girl.” (AO Scott, kritikus NY Times menulis resensi film American Girl) Coba tentukan, mana yang lebih ‘buruk’. Dokter Austin Sloper adalah seorang pria [...]
Sebuah buku yang bisa memuat kalimat ini: “Austen can plot like a son of a bitch!” adalah sebuah buku yang cukup oke, menurutku. Alasannya, itu pembelaan paling kreatif tentang Austen yang pernah aku dengar atau baca. Secara keseluruhan, seperti judulnya, buku ini bercerita tentang sebuah klab buku di Sacramento yang membahas tentang “All Austen, all the [...]
Holly Golightly dalam versi film Breakfast at Tiffany’s mengatakan pada karakter Paul Varjak, setiap kali dia got the mean reds, tujuan pertamanya adalah Tiffany’s. (Paul Varjak: The mean reds, you mean like the blues? Holly Golightly: No. The blues are because you’re getting fat and maybe it’s been raining too long, you’re just sad that’s all. [...]
Sebagian dari sistem ingatanku akan menyimpan informasi ini: ‘Northanger Abbey’ adalah novel yang aku selesaikan saat sedang menjalani tugas piket hari Jumat terakhir sebelum kematian seorang mantan presiden. Sebelumnya sih, waktu menimbang-nimbang untuk membawa buku ini sebagai pengisi waktu, aku agak bertanya-tanya, pas nggak ya tema komedi romantik berbalut parodi novel Gothic untuk berjaga di rumah [...]
Membaca ulang ‘Persuasion’, aku jadi teringat saat pertama kali membacanya. Lebih karena sebuah upaya menggenapi membaca karya Jane Austen daripada menikmati membacanya sebagai sebuah karya sendiri. Tapi, setelah membaca biografi mininya Jane Austen dari Carol Shields, aku jadi pengen membaca ‘Persuasion’ lagi. Menurut Carol Shields, jika ada sebuah fungsi untuk biografi, itu adalah untuk membantu [...]
Ada beberapa film (atau malah mungkin banyak) yang membuatku jadi lapar membaca. “Becoming Jane” adalah salah satunya. Sebenarnya nggak ada niatanku menonton film ini, walaupun subyek yang diangkat adalah Jane Austen–salah satu penulis favoritku–. Keengganan menonton itu karena aku nggak habis pikir, gimana bisa seorang Anne Hathaway terpilih memerankan Jane Austen yang, berdasarkan sketsa dan gambaran [...]
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.